1.528 Personel Gabungan Siap Amankan Nataru

APEL BERSAMA: Sejumlah anggota gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, unsur Pemkot Bekasi, Kamtibmas dan lainnya, melakukan apel bersama untuk persiapan Operasi Lilin Jaya 2020 saat perayaan Nataru, di halaman Polres Metro Bekasi Kota, Senin (21/12). SUR/RADAR BEKASI
APEL BERSAMA: Sejumlah anggota gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, unsur Pemkot Bekasi, Kamtibmas dan lainnya, melakukan apel bersama untuk persiapan Operasi Lilin Jaya 2020 saat perayaan Nataru, di halaman Polres Metro Bekasi Kota, Senin (21/12). SUR/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan titik keramaian dan objek vital di Kota Bekasi, akan dijaga oleh aparat Kepolisian, TNI, unsur dari Pemkot Bekasi, Kamtibmas, dan lainnya selama perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

Operasi Lilin Jaya 2020 yang dilaksanakan mulai 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 mendatang, bertujuan untuk meminimalisir gangguan ketertiban umum, lalu lintas, hingga pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).


Dalam sambutannya, Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal menyampaikan, pada kegiatan ini lebih mengedepankan tindakan preventif dan humanis, namun penegakan hukum dilakukan secara tegas dan profesional.

“Untuk Kota Bekasi, yang paling utama menjaga prokes dan gangguan ketertiban masyarakat (Guantibmas),” ujar Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, Senin (21/12).


Pengamanan di ratusan titik tersebut, diantaranya adalah rumah ibadah, sebanyak 274 Gereja, dijaga oleh petugas pada saat perayaan Hari Raya Natal. Selain itu, pos pengamanan Operasi Lilin Jaya di sembilan titik, serta pengamanan 52 pusat perbelanjaan, 14 tempat hiburan, dan 71 objek vital.

“Total personel Polri yang diterjunkan ada 939 personil, dan total gabungan mencapai 1.528 personel,” bebernya.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bekaai, Abi Hurairah menjelsakan, pihaknya telah memetakan penempatan personil, di mana 28 personel dari setiap kecamatan. Seluruh petugas bergerak melakukan pengawasan terhadap adanya pesta kembang api dan jam operasional tempat usaha, dan hiburan sampai dengan pukul 19.00 WIB.

“Kami akan melakukan penjagaan secara bergantian, dan dimungkinkan, dalam satu shift itu lima orang petugas,” terang Abi.

Lanjut Abi, sampai dengan saat ini, pengawasan terhadap prokes masih dilakukan oleh Satpol-PP. Dari hasil evaluasi, kerumunan masih rawan terjadi di tempat usaha hingga kawasan Alun-alun Kota Bekasi.

Bagi masyarakat yang nekat berkerumun di atas lima orang, dan mengadakan perayaan tahun baru, segera diamankan dan dilakukan pembinaan.

“Kami akan tangkap jika nekat berkerumun, dan dilakukan pembinaan,” ucapnya.

Pembatasan dan pengawasan kegiatan masyarakat selama libur Nataru, diharapkan mampu menekan angka penyebaran Covid-19 yang menunjukkan peningkatan selama beberapa pekan ini. Peningkatan angka penyebaran Covid-19, terjadi diberbagai wilayah, termasuk Kota Bekasi.

Hal ini terjadi lantaran masyarakat mulai lengah terhadap penerapan prokes, terutama penggunaan masker saat beraktivitas.

Ditambahkan Abi, antisipasi terhadap bertambahnya angka penyebaran Covid-19 selama libur Nataru, telah disampaikan melalui surat Instruksi Bersama antara Wali Kota Bekasi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kapolres, dan Dandim 0507 Bekasi.

Instruksi bersama yang dikeluarkan tersebut, melarang kerumunan, melarang perayaan Nataru secara besar-besaran, maksimal kegiatan ibadah dibawah 30 persen dari kapasitas rumah ibadah. (sur)