Terminal Kalijaya Tak Terapkan Syarat Rapid Test

TANPA RAPID TEST: Sejumlah calon penumpang menunggu keberangkatan bus di Terminal Kalijaya Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Senin (21/12). Tidak ada penerapan kewajiban menyertakan bukti rapid test antibodi maupun antigen bagi penumpang sebagai syarat perjalanan. ARIESANT/RADAR BEKASI
TANPA RAPID TEST: Sejumlah calon penumpang menunggu keberangkatan bus di Terminal Kalijaya Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Senin (21/12). Tidak ada penerapan kewajiban menyertakan bukti rapid test antibodi maupun antigen bagi penumpang sebagai syarat perjalanan. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Terminal Kalijaya Cikarang Kabupaten Bekasi tidak menerapkan aturan bagi penumpang untuk menyertakan bukti rapid test antibodi maupun antigen dengan hasil negatif sebagai syarat melakukan perjalanan.

Seorang penumpang Terminal Kalijaya Ifgi Fanani mengaku, tidak dimintai hasil rapid test oleh petugas saat hendak naik bus. “Enggak ditanyain, tapi enggak tahu kalau di Terminal lain,” ungkap Ifgi di Terminal Kalijaya kepada Radar Bekasi, Senin (21/12).


Pengelola Layanan Operasional Terminal Kalijaya Agus Bambang mengatakan, sejauh ini belum ada arahan untuk menerapkan aturan kepada para penumpang untuk menyertakan bukti rapid test dengan hasil negatif virus Corona.

“Untuk sementara di Terminal Kalijaya rapid test antigen belum ada, kami dari pihak terminal menunggu petunjuk dari pimpinan, dinas, maupun UPTD wilayah I,” ujarnya.


Diketahui, pemerintah mewajibkan penumpang menyertakan bukti rapid test antibodi sebagai syarat perjalanan. Namun diubah aturannya menjadi rapid test antigen mulai 18 Desember 2020.

Disamping itu, diakui Agustus selama Desember 2020 belum ada fasilitas rapid atau swab test bagi petugas terminal, awak bus, maupun penumpang dari pemerintah Kabupaten Bekasi di Terminal Cikarang. Pemeriksaan hanya dilakukan pada awal pandemi.

“Pada awal-awal merebaknya wabah Covid-19 sudah beberapa kali dilakukan pemeriksaan untuk supir, penumpang, dan petugas terminal,” tuturnya.

Menurut Agus, jumlah penumpang di Terminal Kalijaya pada libur momen libur Nataru mulai mengalami peningkatan. Namun demikian, belum signifikan.

Sebelumnya, jumlah penumpang untuk antar kota dan provinsi sekitar 15 orang sekali berangkat. Kini, bertambah menjadi sekitar 20 sampai dengan 25 orang.

“Kalau berdasarkan data di kami, peningkatan penumpang dari sebelumnya baru 2 persen. Mayoritas yang paling banyak ke Jawa Tengah,” ucapnya.

Puncak peningkatan penumpang diprediksi akan terjadi pada H-1 Hari Raya Natal pada 25 Desember 2020. “Diperkirakan peningkatan penumpang secara signifikan pada 24 Desember, sehari sebelum Natal,” katanya.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah menuturkan, sampai saat di Kabupaten Bekasi masih menerapkan rapid test antibodi. Pada 24 Desember pihaknya akan melakukan tes cepat antibodi di terminal dan posko penanganan Covid-19 di wilayah setempat. (pra)