Driver Ojol Nekat Merampok

PERLIHATKAN BB: Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan, bersama jajarannya, mempelihatkan barang bukti (bb) saat ungkap kasus perampokan minimarket, di Kantor Polres Metro Bekasi, Selasa (29/12). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satu dari lima pelaku perampokan Alfamart yang berada di Kampung Burangkeng, Desa Ciledug, Kecamatan Setu, berhasil ditangkap saat melakukan aksinya, Sabtu lalu (26/12).

Kelima pelaku, melakukan aksinya dengan menggunakan senjata tajam (sajam) berupa golok, untuk menakuti korbannya.


Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan menjelaskan, kejadian ini berawal saat kelima pelaku, Azharry, Fernando, Agus, Toni, dan Inez, datang ke lokasi kejadian (Alfamart) dengan mengendarai minibus. Kata dia, sebelum melakukan aksinya, pelaku sudah punya tugas masing-masing.

Menurutnya, pelaku Azharry yang berhasil ditangkap bertugas sebagai pengamat memberikan informasi situasi Alfamart. Misalnya kondisi CCTV, Brangkas, maupun lainnya, berada diposisi mana. Dia (Azharry) bisa mengetahui itu, karena sebelumnya pernah bekerja sebagai pegawai minimarket.


Kemudian dua pelaku, yakni Fernando dan Agus, masuk ke dalam Alfamart, dengan berpura-pura sebagai pembeli. Pada saat itu, di dalam Alfamart, ada dua pegawai yang sedang piket (kerja malam). Lalu, dua pelaku ini menanyakan salah satu barang kepada pegawai Alfamart.

Setelah itu, salah satu pegawai Alfamart memberi tahu tempat barang yang ditanyakan oleh pelaku. Namun, ketika diberitahu, pelaku Agus langsung mengancam pegawai tersebut dengan menggunakan sebilah golok.

Secara bersamaan, pelaku Inez masuk ke dalam dan menanyakan kunci brangkas kepada pegawai Alfamart, sambil mengancam menggunakan sebilah golok. Hanya saja, pegawai minimarket ini mengaku tidak tahu.

Namun karena letak minimarket itu sudah diketahui atas gambaran dari pelaku Azharry, keberadaan kunci brangkas berhasil ditemukan. Kemudian, pelaku mengikat kedua pegawai Alfamart dengan menggunakan tambang, yang memang sudah dipersiapkan.

Selanjutnya, empat pelaku membawa brangkas ke lantai dua Alfamart, untuk menguras seluruh uang dan barang-barang lain-nya. Sementara itu, pelaku Azharry, menyamar sebagai pelayan, dengan memakai baju Alfamart, sambil memantau situasi. Kebetulan saat itu tidak ada pembeli.

“Ini modus lama, pura-pura belanja, kemudian menanyakan salah satu belanjaan kepada pegawai minimarket,” bebernya saat ungkap kasus di Polres Metro Bekasi, Selasa (29/12).

Lanjut Hendra, pada pukul 01.25 WIB, kedua pegawai Alfamart berhasil melepaskan diri, dengan membuka tali ikatan. Lalu ada dua orang pembeli masuk ke dalam Alfamart. Melihat prilaku pelaku Azharry, yang menyamar sebagai pelayan ini mencurigakan, akhirnya kedua orang itu menelepon polisi.

Mendapat laporan tersebut, Hendra menegaskan, anggota kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Dan berhasil menangkap pelaku Azharry yang menyamar sebagai pelayan. Sedangkan, empat pelaku lain-nya berhasil kabur, dengan melompat dari jendela lantai dua Alfamart.

“Satu pelaku berhasil diamankan, sedangkan empat pelaku lain-nya berhasil kabur, tapi identitas-nya sudah diketahui,” tuturnya.

Satu pelaku yang berhasil ditangkap bernama Azharry, merupakan driver Ojek Online (Ojol) di Daerah Tebet, Jakarta Selatan. Kemudian empat pelaku yang berhasil melarikan diri, Fernando, Agus, Toni, dan Inez.

Akibat perbuatan-nya, pelaku dikenakan pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasaan. Pelaku diancam hukuman penjara lebih dari lima tahun. (pra)