Berita UtamaPendidikan

Guru Diminta Sering Tatap Muka Maya

TATAP-MUKA-MAYA-Guru-SDN-Jatimakmur-V-Kota-Bekasi
TATAP MUKA MAYA: Guru SDN Jatimakmur V Kota Bekasi melakukan tatap muka maya dengan siswa saat PJJ secara daring melalui aplikasi Zoom. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah sekolah di Kota Bekasi berupaya mengoptimalkan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring semester genap tahun ajaran 2020/2021. Selain memberikan pelatihan penggunaan aplikasi pembelajaran, satuan pendidikan meminta guru untuk sering melakukan tatap muka maya dengan siswa selama mengajar.

Guru SDN Jatimakmur V Kota Bekasi Zaenal mengatakan, bahwa untuk mengoptimalkan PJJ secara daring pihaknya memberikan akun pembelajaran pada aplikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada siswa dan guru.

Selain itu, pihak sekolah memberikan keterampilan dalam menggunakan aplikasi bernama Google Suite for Education (G Suite) tersebut. “Akun G-Suite ini seperti gmail, tapi versi premiumnya. Akun ini memiliki cukup banyak kelebihan, misalnya kapasitas penyimpanan google drivenya tidak terbatas. Kita telah diberikan pembekalan untuk menggunakan akun pembelajaran tersebut,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pada semester genap ini para guru diminta untuk lebih sering melakukan tatap muka maya melalui aplikasi yang digunakan seperti Google Meet, Zoom, dan Video Call.

“Tatap muka maya dengan siswa memang sebelumnya sudah dilakukan, tapi tidak sering. Untuk mengoptimalkan PJJ secara daring di semester genap ini, tatap muka secara maya akan kami lakukan lebih sering agar komunikasi dan interaksi siswa lebih baik dan juga berharap siswa tidak mudah bosan dengan metode daring ini,” paparnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMP PGRI 2 Kota Bekasi Mamun Murod. Ia mengungkapkan, tatap muka secara maya dapat menjadi pilihan untuk mengoptimalkan proses PJJ secara daring. Namun selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk siswa.

Salah satunya ialah siswa harus memiliki pengendalian diri ketika sedang mengikuti proses pembelajaran dan memperhatikan batas akhir tugas yang diberikan oleh guru.

“Optimal ini bukan hanya datang dari gurunya saja, tapi juga harus hadir dari siswanya. Siswa harus memiliki pengendalian diri dalam proses pembelajaran agar seluruh tugas dapat diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan deadline yang diberikan,” katanya.

“Jadi pengoptimalan itu bisa terlihat lebih baik jika ada perubahan dari yang memberikan metode pembelajaran dan dari yang mengerjakan metode pembelajaran tersebut,” tandasnya.

Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan Kota Bekasi Marwah Zaitun menyampaikan, proses PJJ secara daring metodenya diserahkan kepada sekolah masing-masing. Menurutnya, pengawas dan penilik memberikan modul sebagai panduan PJJ secara daring.

Saat ini, pengawas dan penilik akan melakukan pendampingan yang lebih insentif kepada guru. Pemantauan kepada sekolah juga akan dilakukan oleh Disdik selama proses PJJ secara daring.

“Kita akan lebih sering memantau proses pembelajaran secara daring, sekolah juga masih wajib untuk memberikan hasil laporan pembelajaran kepada Disdik,” kata Marwah. (dew)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button