Pendidikan

Al Muslim Siap Menyambut Dimulainya Pendidikan Masa Depan

Fasad gerbang utama Al Muslim. FOTO: AL-MUSLIM

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sering kali kita tidak menyadari terjadinya perubahan yang begitu cepat di berbagai bidang, termasuk di dunia pendidikan. Perubahan ini semakin cepat lagi karena dipicu oleh Pandemi Covid-19. Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir. Setelah pandemi berakhirpun, kondisinya tidak akan normal seperti semua (new normal).

Dalam Kegiatan upgradding guru yang diselenggarakan secara virtual, Ketua Yayasan Al Muslim Gerry Salahuddin Nasution manyampaikan arahan tentang perlunya dunia pendidikan khususnya Yayasan Al Muslim beradaptasi kepada New Educational Normal.

Dimana New Educational Normal ini berdasarkan kepada expectation (tujuan awal pembelajaran dan karakter peserta didik), aptitude (bakat, kemampuan, kecerdasan, kecakapan), character (karakter dan Imtaq), Flexibility (fleksibilitas dalam pembelajaran), Speed (kecepatan dalam pembelajaran), Accuracy (ketepatan mencapai tujuan pembelajaran), Technology (pemanfaatan teknologi), Adaptability (kemampuan beradaptasi). New Education Normal adalah Liquid Customized Education yang mampu beradaptasi dengan sangat cepat mengikuti perkembangan kemajuan.

Salah satu penemuan terbesar saat ini adalah Artificial Intelligence yang dapat lebih berpengaruh dari pada saat penemuan api dan listrik beberapa abad yang lalu.  Artificial Intelligence merupakan kecerdasan yang diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Artificial Intelligence akan menyebabkan teknologi semakin mendekati manusia. Teknologi akan semakin mudah dan terjangkau, kebutuhan manusia akan semakin spesifik.

Dampak pada dunia pendidikan akan terjadi perubahan mendasar atas keseluruhan pola pendidikan (competency based education), peserta didik memiliki kebebasan untuk memilih pola pendidikan, pendidikan akan tidak terbataskan atas ruang dan waktu, pendidikan akan bersifat “Liquid Customized” dan”universal” yaitu tergantung kebutuhan yang berubah dengan sangat cepat serta berinteraksi secara universal dengan seluruh umat manusia.

Yang terjadi dengan pendidikan formal adalah akan semakin banyak sekolah virtual yang terus meningkat hingga saat ini. Pada awalnya pendidikan melalui virtual   hanya di jenjang perguruan tinggi, tapi saat ini sudah mulai merambah ke level bawah bahkan sampai ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pendidikan masa depan adalah bagaimana mengadaptasikan Artificial Intelligence ke dalam dunia pendidikan. Saat ini selain IQ, EQ, SQ, mulai dikenal juga kompetensi AQ atau Adaptive Quotient (Kecerdasan beradaptasi).

Beberapa penelitian menyampaikan, bahwa pada saatnya nanti otak manusia bisa terhubung langsung ke cloud internet, dalam hal ini semua pengetahuan yang ada di Internet sudah otomatis diserap oleh otak manusia. Ketika mencari informasi tidak perlu lagi mencari di Google.

Pertanyaan penting adalah pada saat kecerdasan manusia sudah dapat tergantikan, bagaimana dengan pola pendidikan yang akan dilakukan? Dalam arahannya Gerry berpesan agar program-program yang akan disusun dan dilaksanakan merupakan kegiatan yang mendukung atau mengarah kepada apa yang disampaikan di atas. Evaluasi masing-masing kegiatan diperlukan untuk memperbaiki pelaksanaan di tahun berikutnya atau mengganti dengan kegiatan baru yang lebih efektif dan efisien.

Yayasan Al Muslim sebagai lembaga pendidikan formal mencoba menjawab perkembangan yang terjadi melalui Digislamic System. Sebuah sistem yg terintegrasi untuk menunjang kegiatan belajar dan bisnis proses Yayasan. Merupakan sistem yang adaptif terus mengikuti perkembangan zaman dan tetap mengedepankan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar Yayasan. Digislamic System juga akan memiliki fitur Artificial Intelligence yang akan berguna untuk membantu peserta didik menemukan passion, minat dan bakat dalam perkembangan selama di Al Muslim.

Juga dilengkapi dengan berbagai modul antara lain Learning Management System, raport, komunikasi dengan orangtua, kemudahan melakukan pembayaran dari berbagai alat dan tempat, laporan keuangan, administrasi kepegawain sampai kepada urusan dapur dan jemputan. Digislamic System didukung dengan infrastruktur jaringan internet berkecepatan tinggi di seluruh gedung Yayasan Al Muslim serta peningkatan Sumber Daya Manusia melalui berbagai pelatihan.

Brand Identity

Yayasan Al Muslim memiliki visi dan misi mencetak khalifatullah fil ardh yang rahmatan lil alamin dan berakhlakul karimah. Memiliki sifat (attitudes) sidiq, amanah, tabligh, fathonah. Memiliki nilai-nilai (values) literasi numerasi, literasi data, literasi teknologi, literasi manusia, literasi komunikasi  dan adaptabilities  sehingga memiliki premium faktor yaitu peserta didik memiliki akhlak yang tinggi (terpuji), memiliki intelektual curiosity, memiliki kreatifitas yang tinggi, memiliki sifat leadership, memiliki kemampuan berkomunikasi, kemampuan survival yang tinggi, kemampuan berkolaborasi, mempunyai kemampuan problem solving. (*)

Related Articles

Back to top button