Cikarang

Pedagang Bakso Kembali Berjualan

TUNGGU KONSUMEN : Seorang pedagang bakso menunggu pembeli di warung yang berada di Sukatani, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ribuan pedagang mie dan bakso yang tergabung dalam organisasi Papmiso Indonesia memutuskan untuk berjualan kembali. Walaupun, belum semua pedagang tersebut akan kembali berjualan, mengingat kondisi dagang di pasar masih sepi, dan harga daging sapi juga masih tinggi.

“Kalau saya sudah mulai berjualan, tapi yang lain belum tahu. Karena yang stok dagingnya habis, belum bisa belanja, sebab barangnya masih langka,” ujar Sekretaris Papmiso Indonesia, Bambang Hariyanto kepada Radar Bekasi, Kamis (21/1)

Sebelumnya, pada Selasa (19/1), tiga ribu pedagang mie dan bakso di Kabupaten Bekasi melakukan mogok dagang. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah, karena harga daging sapi melonjak.

Menurut Bambang, pada Jumat (22/1), dirinya akan melakukan survei terlebih dahulu dengan melihat situasi pasar. Pasalnya, para pedagang daging juga melakukan aksi mogok. Kata dia, ini dilakukan sambil menunggu audensi dengan pihak kementerian perihal harga daging.

“Kami coba survei pasar dahulu, sekaligus mengajukan audensi ke kementerian,” ucapnya.

Dijelaskan Bambang, dalam sehari pedagang bakso membutuhkan daging sekitar 14 ton. Di mana, untuk pedagang bakso keliling, per orang membeli daging tiga sampai lima kilo gram per harinya. Sedangkan untuk pedagang bakso yang mangkal, sepuluh sampai 40 kg.

Kata dia, rata-rata para pedagang perharinya mengeluarkan uang untuk belanja daging sapi sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Oleh karena itu, dengan adanya aksi mogok ini, perputaran uang terhambat.

“Kurang lebih kerugian perharinya diangka Rp2 miliar. Berarti kalau tiga hari, sekitar Rp6 miliar uang tidak berputar dari pedagang bakso ini,” bebernya. (pra)

Related Articles

Back to top button