Berita UtamaPolitik

Jaring Aspirasi Dimulai

reses
RESES : Anggota DPRD Kota Bekasi Daryanto saat mengadakan kegiatan Reses di RT10 RW03, Kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi. HARI FAUZAN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – 50 Anggota DPRD Kota Bekasi memulai reses di masa sidang 1 tahun 2021, kemarin. Sesuai jadwalnya, agenda menyerap aspirasi di daerah pemilihan (dapil) masing-masing itu hingga Minggu (21/2) mendatang.

Kepala Bagian Fasilitasi, Penganggaran, Pengawasan (Kabag FPP), Setwan DPRD Kota Bekasi, Sukatmi mengatakan, setiap harinya para wakil rakyat diminta menggelar dua agenda pertemuan kepada konstituennya.

“Jadi, berdasarkan hasil Bamus perhari 50 undangan dibagi dengan dua pertemuan. Hal ini agar penerapan aturan protokol kesehatan (prokes) tetap dikedepankan, guna antisipasi penyebaran Covid-19,” jelas Sukatmi kepada Radar Bekasi, Kamis (18/2).

Dia mengaku, pihaknya selaku fasilitator dewan telah menyiapkan sejumlah kebutuhan untuk kelancaran pelaksanaan itu dengan anggaran Rp27 juta per orang. Anggaran itu, lanjut dia, terdiri untuk keperluan kegiatan pertemuan dengan konstituen di Dapilnya dan dana lamsam tuk para anggota dewan.

“Jadi, total anggaran itu terdiri dari Rp15 juta buat kebutuhan kegiatan pertemuan reses selama empat hari, sementara Rp12 juta dana lamsam dewan. Dan dana lamsam itu merupakan hak dewan (uang saku) mau dipakai atau nggak di kegiatan reses tersebut, sebab anggaran itu langsung masuk ke rekeningnya,” ungkap Ami, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bekasi Daryanto menggelar kegiatan dengan memanfaatkan aula sebuah sekolah swasta, Global Persada Mandiri (GPM) RT10 RW03, Kelurahan Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Ketua fraksi Golkar Persatuan ini, diawal kegiatan resesnya mensosialisasikan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Selain itu, menekankan konstituennya agar selalu memperhatikan penerapan PPKM mikro di tingkat RT/RW, sampai akhirnya dilanjutkan sesi tanya jawab, sekaligus guna menyerap aspirasinya.

Sejumlah warga mengajukan pertanyaan yang menjadi persoalan yang dihadapi selama ini, seperti masih sulitnya pengurusan KTP dan KIA. Kemudian, berkaitan soal bantuan sosial tunai (BST) untuk warga yang belum terima.

“Iya jadi intinya, pertanyaan warga akan kita sampaikan dan tindaklanjuti ke dinas terkait agar keluhan tersebut bisa segera tertangani sebaik-baiknya,” ungkap Daryanto kepada Radar Bekasi.

Dalam kegiatan reses pada hari pertama tersebut, dia mengingatkan kepada warga pentingnya menjaga protocol kesehatan selama pandemi Covid-19,”Dan kami sampaikan kepada warga juga, agar memperhatikan penerapan PPKM mikro di tingkat RT/RW,” ucapnya sesuai kegiatan reses di lokasi. (mhf)

Related Articles

Back to top button