Politik

Usulkan Program Tani Milenial Dikaji

Abdul Jabar Majid, Anggota Komisi 3 DPRD Provinsi Jabar

Anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Jabar Majid (kiri), sedang berbicang saat menghadiri salah satu kegiatan.

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat meminta program petani milenial yang digaungkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dilakukan kajian terlebih dulu sebelum dieksekusi, agar program yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran ini berjalan sesuai harapan.

Seperti yang disampaikan, Anggota Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, Abdul Jabar Majid. Menurutnya, pada program petani milenial ini, Pemprov menyiapkan lahan 1000 hektar, dengan kuota lima ribu orang. Artinya, setiap milenial yang mengikuti program ini, akan mendapat lahan garapan dua ribu meter.

Pertanyaannya, kata dia, dengan luas lahan dua ribu meter, apakah bisa hasilnya mencukupi kehidupan milenial (peserta) yang mengikuti program tersebut. Pasalnya, para milenial juga harus mengembalikan modal, karena biaya akan diberikan melalui kredit.

“Sebenarnya si bagus program petani milenial itu. Persoalannya, dengan lahan dua ribu meter, apakah bisa mencukupi ?,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Jumat (26/2/2021).

Dirinya mengaku, sangat mendukung program pengembangan milenial dari sisi pertanian. Karena saat ini, sangat sedikit milenial yang mau bertani. Padahal, perekonomian yang cukup bertahan di pandemi ini adalah pertanian. Namun persoalannya, dengan lahan dua ribu meter, mencukupi apa tidak.

Oleh karena itu, pria yang juga anggota Komisi 3 DPRD Provinsi Jawa Barat ini menuturkan, orang-orang yang berada di bidang pertanian harus melakukan kajian terhadap program tersebut.

Dirinya mencontohkan, apabila setiap milenial yang mengikuti program itu kebutuhan perbulannya Rp1.500 ribu dengan hitungan per harinya Rp50 ribu. Kemudian, dengan luas lahan yang diberikan, bisa apa tidak mencukupi kebutuhan tersebut.

“Itu yang perlu dikaji. Jangan anak-anak ini kita jebloskan, pada akhirnya nanti yang timbul bukan keinginan untuk bertani. Karena merugi terus,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan, perlu juga membentuk tim pemasaran. Tujuannya, untuk memasarkan hasil pertanian itu. Hanya saja, untuk bentuk komoditinya seperti apa, dirinya belum bisa menjelaskan, karena DPRD belum menerima penyampaian itu.

“Kita di DPRD belum jelas, karena itu langsung Gubernur yang mengumandangkan. Dan kita belum mendapat penjelasan yang memandai tentang program itu,” ungkap anggota DPRD Dapil 9 Kabupaten Bekasi ini.

Terpisah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengungkapkan program petani milenial untuk mengurangi angka pengangguran selama pandemi Covid-19. Rencananya, program petani milenial ini mulai di jalankan pada akhir bulan Februari 2021.

“Program pengurangan pengangguran selama Covid-19 ini, dalam bentuk petani milenial,” ujarnya usai mensosialisasikan program petani milenial di salah satu perusahaan di Kawasan Jababeka, Rabu (17/2/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, antusias masyarakat Jawa Barat terhadap program petani milenial ini sangat luar biasa, karena sudah melebih kuota yang disiapkan, karena tanah yang di siapkan hanya 1000 hektar. Untuk sekarang, yang sudah mendaftar sebanyak sembilan ribu.

“Program petani milenial sudah kita rilis, ada sembilan ribu yang mendaftar, sangat antusias. Jadi ekosistimnya sudah ada, dan teknologinya dipercontohkan di Jawa Barat oleh tani hub,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, program petani milenial ini tidak hanya menyasar kepada para pemuda. Namun, masyarakat yang sudah berkeluarga, dan menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama pandemi Covid-19 ini, diberikan ruang yang sama.

Dalam hal ini, para milenial juga tidak hanya diberikan edukasi bagaimana cara menanam atau bertani. Akan tetapi, diberikan juga edukasi bagaimana cara berternak dan sebagainya. (pra/adp)

Related Articles

Back to top button