Cikarang

Ratusan Orang Tidak Hadir Saat Vaksinasi

TUTUP MATA: Seorang pegawai Dinas Perhubungn Kabupaten Bekasi, menutup mata saat akan disuntik vaksin, di Stadion Wibawa Mukti ,Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Senin (1/3). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan orang yang akan menerima vaksin Covid-19 pada tahap kedua, tidak hadir. Di mana, pada pemberian vaksin tahap kedua ini, ditujukan bagi pelayan publik, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat (DPRD), Lapas, Bea Cukai, PMI, BPJS Kesehatan Cikarang, dan Kejaksaan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, pemberian vaksin tahap kedua, mulai berlangsung pada, Senin (1/3). Kemudian, untuk vaksinasi pada hari pertama ini, tidak semua hadir. Hanya saja, dirinya belum bisa memastikan siapa saja yang tidak hadir pada saat vaksinasi.

“Saat vaksinasi hari pertama, ada 1.745 orang yang hadir, dari jumlah yang sudah terdata 2.246 orag. Detailnya belum tahu siapa saja yang tidak hadir,” ucapnya kepada Radar Bekasi, Senin (1/3).

Kata dia, dari 1.745 yang hadir saat vaksinasi, 16 diantaranya harus ditunda, karena memang kondisi tubuhnya sedang tidak mendukung. Menurutnya, pemberian vaksin tahap kedua ini untuk pelayan publik, seperti ASN, TNI/Polri, buruh dan pedagang pasar. Rencananya, pemberian vaksin untuk buruh dan pedagang, di Puskesmas masing-masing.

“Terus terang saja, kami sedang mengejar ketertinggalan, target 200 ribu lebih, tapi vaksin yang diterima baru 37 ribu, belum sampai 20 persen, karena memang vaksin untuk Kabupaten Bekasi lebih lama datangnya. Hari ini  ada 16 orang yang ditunda untuk divaksin,” terang Alamsyah.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti  menyampaikan, pada pemberian vaksin tahap kedua ini, pihaknya menerjunkan 500 juru vaksin Covid-19.

“Tenaga kesehatan bersatu padu menjadi juru vaksin Covid-19. Totalnya ada sekitar 500 orang lebih,” beber Sri.

Dia menjelaskan, juru vaksin itu diambil dari sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di Kabupaten Bekasi, mulai dari rumah sakit, puskesmas, juga berasal dari klinik-klinik swasta.

“Kami punya 46 rumah sakit dan 44 puskesmas. Setiap unit faskes itu, diambil empat orang, ditambah masing-masing empat orang lagi dari puluhan klinik swasta,” terang Sri.

Sementata itu, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Bin Holik Qodaratullah menilai, vaksinasi merupakan hal penting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dirinya mengajak kepada seluruh anggota DPRD yang lain, serta masyarakat, untuk ikut menyukseskan vaksinasi nasional.

“Ini sesuai dengan surat edaran dari Dinas Kesehatan, dianjurkan kepada semua rekan-rekan anggota DPRD sebanyak 50 orang, Alhamdulillah banyak yang hadir, dan antusias ke lokasi vaksinasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” jelasnya. (pra)

Related Articles

Back to top button