Berita UtamaPolitik

Beringin Kota Terbelah, Kader Saling Kritik

Zahrudin
Zahrudin

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tak kunjung dilaksanakan Musda ke – V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi, membuat situasi di intenal partai memanas. Bahkan, sejumlah kader saling lempar kritikan satu sama lainnya.

Sekretaris DPD MKGR Kota Bekasi Aristo Kono mengaku kecewa dengan kondisi partai berlambng pohon beringin ini. Menurutnya, kondisi ini karna kepemimpinan partai yang lemah, akibatnya partai sekarang menjadi carut-marut.

“Jadi, saya menyoroti soal kepemimpinan di partai ini yang lemah hingga mengakibatkan kondisi partai carut-marut. Dan jika kita coba menengok hasil pemilu 2019, partai Golkar itu tak dapat menambah kursi di DPRD Kota Bekasi dan hanya menempati posisi ketiga setelah PKS dan PDIP,” ketusnya dalam sebuah Diskusi Online (Diskon) yang digagas Majelis Penyelamat partai Golkar di Kota Bekasi,kemarin.

Mantan Ketua PK Golkar Bantargebang, R Suciati menilai, konflik internal partai selama ini ini akibat ada keterlibatan pihak-pihak eksternal. Maka itu, dia berharap kasus yang tengah disidangkan di Mahkamah Partai Golkar segera buahkan hasil dengan mencabut jabatan Plt DPD.

“Harapan saya, putusan Mahkamah partai bisa segera mencabut Plt DPD PG Kota Bekasi dan Musda pun segera digelar dengan semangat baru dan sudahi kubu-kubuan di tubuh partai Golkar di Kota Bekasi. Termasuk soal Gedung agar dapat kejelasan,” tuturnya.

Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kota Bekasi, Daryanto menilai acara tersebut bukan dari DPD Partai Golkar Kota Bekasi alias agenda tidak resmi.”Bukan acara resmi DPD Golkar bang, kubu sebelah sana,” singkatnya.

Terpisah, Plt Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Rusman Fadilah lewat rilis yang diterima Radar Bekasi mengatakan, salah satu narasumber R Suciati yang menyebutkan diri sebagai Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Bantar Gebang tidak benar. Menurutnya, jabatannya selesai per 20 Januari 2021, sehingga Suciati saat ini bukan lagi sebagai Ketua PK Golkar Bantar Gebang dalam agenda apapun.

“Diskusi online yang dibuat atasnama Majelis Penyelamat Partai Golkar dan mengangkat tema ‘Mau dibawa kemana Partai GOLKAR Kota Bekasi’, dimana salah satu narasumber adalah Suciati yang mencantumkan jabatan Ketua PK Golkar Bantar Gebang merupakan suatu pelanggaran, karena dia sudah tidak menjabat sebagai Ketua PK Bantar Gebang,” tegasnya.

Lanjut Rusman, sebagai orang yang paham dengan organisasi seharusnya Suciati dan oknum yang mengatasnamakan Golkar Kota Bekasi dalam bentuk apapun mestinya tahu dan sadar, bahwa hal itu tindakan memecah belah Golkar Kota Bekasi.” Publik harus tahu hal ini, karena Suciati sudah tidak menjabat Ketua PK. Ini harus diluruskan agar menjadi pemahaman. Dan saya pun berharap Suciati menyadari hal tersebut,” tutupnya.

Penggagas Majelis Penyelamat Partai Golkar Kota Bekasi Zahrudin menyebut, dialog yang digagasnya sebagai jalan tengah dalam mengahadapi polemik di tubuh partai Golkar kota Bekasi akibat penundaan Musda V oleh DPP partainya yang hampir memasuki satu tahun. “Tujuannya, cairkan kebekuan dan kebuntuan komunikasi antara kader Partai Golkar dan membangun tradisi dialog yang ada selama ini di tubuh partai,” ungkapnya.(mhf)

Related Articles

Back to top button