Bekasi

Kadinsos : Jangan Mudah Percaya Lowker

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hari ini adalah janji calon pekerja pengemas Bansos akan memulai tugasnya. Namun, satu hari menjelang pekerjaan dimulai, gudang yang dimaksud sebagai lokasi kerja mereka masih kosong, tidak ada satupun bahan pokok bagian dari paket Bansos Sembako ada di lokasi.

Bermodal informasi yang diterima oleh Radar Bekasi, gudang lokasi yang dijanjikan kepada calon pekerja kemas paket Bansos masih kosong. Tidak ada aktivitas apapun di gudang nomor 10 yang beralamat di Jalan Cikunir Raya ini, Radar Bekasi hanya mendapati penjaga gudang.

Informasi yang dihimpun dari penjaga gudang, sudah beberpaa kali calon pekerja datang ke lokasi tersebut, bahkan mereka yang sudah menunggu sejak tiga bulan lalu. Pertengahan pandemi tahun lalu, diakui gudang ini pernah di sewa sebagai lokasi untuk mengemas paket Bansos yang diberikan kepada warga, hanya berlangsung selama dua bulan saja.

Itu pun, dua pekan sebelum memulai pekerjaan, paket bansos telah berdatangan ke lokasi, sebelum para pekerja ada, informasi yang dihimpun, penyediaan paket Bansos Sembako dilakukan oleh perusahaan yang terpercaya. Sementara, perusahaan yang serupa, diantaranya PT ESS yang disebut-sebut sebagai vendor pernah menyewa gudang, sudah berakhir sekira tanggal 20 Januari lalu.

“Bukan (penyewa tahun 2020 bukan dari PT yang sama), kalau dulu mah barang dulu ada (tersedia), baru nyari yang kerja. Kalau dulu cuma dua bulan, itu beneran. Orang kantornya standby disini,” kata penjaga gudang yang ditemui oleh Radar Bekasi, Minggu (7/3).

Setelah kontrak dewasa ini berakhir, management yang datang menyewa gudang harian, tidak dengan kontak satu bulan atau lebih. Gudang hanya disewa untuk briefing (pengarahan) dengan calon pekerja selama satu hari, setelah itu pergi meninggalkan gudang.

Biaya berkisar Rp200 ribu yang dikeluarkan oleh calon pekerja diakui kecil jika dibandingkan dengan beberapa orang yang datang ke lokasi gudang memastikan janji untuk bekerja. Yang datang ke gudang ini berasal dari berbagai wilayah, diantaranya, Cikarang, Tangerang, hingga lampung, mereka mengaku mengeluarkan uang sampai Rp2,5 juta untuk bisa bekerja.

Tayangan video operasional gudang dan persiapan untuk memulai Bansos dikirimkan kepada calon pekerja untuk meyakinkan mereka. Hal ini juga diakui oleh penjaga gudang, dalam satu hari aktivitas dilakukan di area gudang yang mereka sewa untuk satu hari kemudian direkam dan dibagikan.

“Setiap hari memang ada, divideokan sama dia, nanti di share. Paling kecil kemarin (calon pekerja) yang orang Subang Rp800 ribu. Banyak (calon pekerja), tiap hari 20 orang, 20 orang,” tambahnya.

Penjaga gudang mengaku kasihan kepada calon pekerja yang datang beberapa kali untuk memastikan tempat kerjanya, sedangkan gudang tidak disewa dalam waktu yang panjang. Pimpinan perusahaan yang diketahui bernama Aziz kerap datang ke lokasi, dewasa ini sudah tidak lagi datang meskipun management perusahaan kerap datang.

Spanduk yang selama ini digunakan saat beraktivitas di area gudang sudah dicopot oleh penjaga gudang. Yang ia ketahui, spanduk tersebut berisi informasi pelatihan kerja, bukan pekerjaan yang selama ini ia dengar dari para calon pekerja kemas Bansos.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi, Ahmad Yani memastikan informasi sampai dengan saat ini tidak ada lagi paket Bansos dalam bentuk Sembako. Ia menduga, mini beradal dari perseorangan atau bantuan yang berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) badan usaha.

Sekalipun berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) ia belum sama sekali mendengar secara langsung sampai saat ini.”Untuk (penyaluran) Bansos yang kaya pertama itu nggak ada sih,” katanya.

Ia meminta kepada masyarakat khususnya Pencari Kerja (Pencaker) untuk mencari informasi secara mendetil tawaran yang diterima. Bahkan, selain latar belakang, identitas pemberi informasi tersebut harus diketahui oleh warga untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan.

“Makanya kalau ada warga yang seperti itu tuh harus dijelaskan, orangnya siapa, alamatnya dimana, termasuk KTP nya harus jelas. Jangan selewat (baru kenal),jangan mudah percaya dengan Lowongan kerja (Lowker), nanti kalau dipercaya ya begitu akhirnya,” tambahnya. (Sur)

Related Articles

Back to top button