Pendidikan

APTISI Bakal Ajukan Kembali Vaksin bagi Dosen

VAKSIN: Petugas menyuntikan vaksin Covid-19 kepada peserta vaksinasi. APTISI Wilayah IV bakal mengajukan kembali kepada Pemerintah Kota Bekasi agar dosen bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV bakal mengajukan kembali kepada Pemerintah Kota Bekasi agar dosen bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV Makmur Heri Santoso mengatakan, vaksinasi pertama bagi dosen telah dilakukan pada 10-11 Maret 2021. Lebih awal dari yang sudah dijadwalkan.

“Jadwal vaksinnya dimajuin jadi tanggal 10 kemarin. Awalnya kami mendapatkan jadwal di tanggal 18-19. Tapi ternyata dapat info bahwa vaksin dimajukan,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (18/3).

Vaksinasi diikuti sesuai kuota yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bekasi sejumlah 75 dosen. Rencananya, APTISI akan mengajukan kembali vaksinasi kepada pemerintah setempat.

“Kami akan mengajukan kembali. Untuk kuotanya kami belum bisa sampaikan, karena saya ingin ngobrol dulu dengan pihak Pemkot-nya,” ucapnya

Ketua Asosiasi Dosen Indonesia Majelis Pengurus Daerah (ADI – MPD) Bekasi Raya Wawan Hermawansyah menambahkan,  tidak semua dosen yang mengajar di perguruan tinggi wilayahnya berdomisili di Kota Bekasi. Oleh karena itu, mereka juga berinisiatif melakukan vaksinasi di tempatnya masing-masing.

“Tidak semua dosen berdomisili di Kota Bekasi, tapi ada yang tempat tinggalnya di Jakarta, Bandung dan Kabupaten Bekasi. Makanya mereka sudah mencari insiatif sendiri untuk melakukan vaksin di wilayah tempat tinggalnya masing-masing,” katanya.

Ia mengaku, belum mendata dosen yang sudah divaksin. Namun diproyeksikan, hampir sekitar 25 persen dosen sudah menjalani vaksinasi sampai dengan saat ini.

“Saya belum mendata, tapi akan dilakukan pendataan bagi dosen yang sudah melaksanakan proses vaksinasi,” katanya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki risiko tinggi penyebaran Covid-19. Karena itu, pihaknya akan melakukan screening bagi  dosen dan mahasiswa jika kampus sudah dizinkan oleh pemerintah untuk melaksanakan perkuliahan tatap muka.

“Saya kira perguruan tinggi memiliki tingkat peluang yang sangat riskan untuk penyebaran virus Covid-19, karena hampir sebagian mahasiswa di Kota Bekasi itu pekerja. Jadi akan kami lakukan screening ini untuk mengantisipasi penyebaran tersebut,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button