Pendidikan

Wisuda Sarjana, Magister dan Doktor Unkris Terapkan Prokes, Orang Tua Tidak Diperkenankan Hadir

Unkris
WISUDA: Universitas Krisnadwipayana (Unkris) menyelenggarakan acara Wisuda di Sentul Internasional Convention Centre (SICC), Selasa (6/3).ISTIMEWA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Universitas Krisnadwipayana (Unkris) menyelenggarakan acara Wisuda Sarjana ke-60, Magister ke-24 dan Doktor ke-8 secara luring pada era pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Selasa (6/3).

Bertempat di Sentul Internasional Convention Centre (SICC), Sentul, Bogor wisuda kali ini diikuti oleh 1.507 peserta dari Fakultas sarjana, empat Program Magister dan satu Program Doktoral Ilmu Hukum.

Berbeda dengan pelaksanaan wisuda seperti tahun lalu, wisuda kali ini dilaksanakan secara terbatas. Selain wisudawan, peserta yang hadir hanya dari kalangan internal Unkris seperti Pembina Yayasan, Pengurus Yayasan, Pengawas Yayasan, sejumlah dosen dan mitra kerja Unkris. Sementara orang tua wisudawan tidak diperkenankan hadir.

Protokol kesehatan diterapkan pada wisuda kali ini. Setiap undangan dan wisudawan di periksa suhu tubuhnya sebelum masuk ke dalam ruangan. Mereka juga wajib memakai masker. Panitia juga menyediakan masker bagi undangan yang tidak membawa. Di dalam ruangan, tempat duduknya pun diberikan jarak.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas tertundanya penyelenggaraan acara Wisuda Unkris yang seharusnya dilaksanakan pada April dan Oktober 2020, ditunda pelaksanaannya dan digabungkan dengan pelaksanaan Wisuda April 2021, dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata ketua panitia penyelenggara, Parbuntian Sinaga dalam sambutannya.

Terasa istimewa pada wisuda kali ini. Pasalnnya, Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H. Maruf Amin juga memberikan sambutan secara daring. Dalam sambutannya, Wapres meminta seluruh anggota perguruan tinggi dan universitas atau sivitas akademika untuk mempromosikan sikap toleransi, baik kepada sesama warga kampus maupun masyarakat sekitar, mengingat radikalisme masih mudah menyusup ke pola pikir seseorang.

“Mencermati fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Dimana terorisme kembali mengganggu kedamaian Tanah Air, membuktikan bahwa masih mudahnya gagasan radikalisme masuk ke dalam pikiran seseorang,” ujar Wapres.

Rektor Unkris Ayub Muktiono berpesan, bahwa Wisuda bukan akhir dari perjalanan proses pembelajaran, namun awal dari proses pembelajaran dalam kehidupan bermasyarakat, berbekal ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Para wisudawan dituntut untuk dapat menerapkan ilmunya dalam kehidupan sebenarnya di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang majemuk,” paparnya.

Ketua Pembina Yayasan Unkris Gayus Lumbuun mengharapkan, agar Unkris dapat lebih melebarkan sayapnya lagi dengan membuka Program Studi baru yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat, sebagaimana yang telah dijajagi oleh Rektor Unkris saat ini untuk membuka Program Studi Farmasi dan Program Studi Ilmu Komunikasi.

“Selaku Ketua Pembina Yayasan Unkris menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pimpinan Universitas Krisnadwipayana yang tentunya hasil bersinergi dan berkolaborasi dengan Pimpinan Fakultas atas keberhasilannya membawa Unkris menjadi lebih baik, maju dan berkembang. Semua ini dapat dicapai karena adanya kerjasama yang baik serta dukungan dari semua unsur Yayasan sehingga bersatu padu demi Unkris yang Jaya,” tandasnya. (mif/tim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button