Posisi Perempuan dan Laki-laki Seimbang

Ani Rukmini
Ani Rukmini. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Era saat ini telah menempatkan posisi perempuan dan laki-laki dalam keseimbangan. Hal itu disampaikan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ani Rukmini. Ia berpandangan bahwa saat ini posisi perempuan dan laki-laki dalam keseimbangan, meskipun keduanya memiliki hak dan kewajiban masing-masing.

“Sekarang ini posisi perempuan dan laki-laki dalam keseimbangan, tapi bukan setara. Pasalnya, laki-laki dan perempuan punya hak dan kewajiban. Walaupun ada perbedaan, tapi itu lebih ke hal yang teknis,” ungkap perempuan kelahiran Semarang 57 tahun silam tersebut.


Pernyataannya itu sesuai dalam Islam yang menempatkan perempuan dan laki-laki sebagai manusia dalam posisi yang seimbang. Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi ini menilai, posisi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pada seorang perempuan tentunya tak terlepas dari sosok Raden Adjeng (RA) Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Bagi Ani-begitu ia disapa- RA Kartini merupakan sosok perempuan luar biasa yang memiliki pandangan masa depan, dan cerdas.  “Jadi bagaimana dia (RA Kartini) ini melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas perempuan. Dia punya kemampuan memandang masa depan dan berharap nasib perempuan jauh lebih baik lagi,” ucapnya.


Selain itu, ujar Ani, RA Kartini menjadi sosok yang mendidik banyak kaum perempuan. Sosoknya menjadi inspirasi dan inisiator bagi lahirnya pergerakan kaum perempuan di Tanah Air.

“Kalau dari sejarah yang saya baca, beliau banyak mendidik kaum perempuan, dan yang saat itu menjadi warga negara kelas dua. Itu yang saya lihat dari sosok Kartini,” pungkasnya.

Tak Lupakan Kodrat

Keseimbangan antara perempuan dan laki-laki tak membuat Ani melupakan kodratnya. Mengatur waktu berkegiatan di luar rumah dan berumah tangga dilakukan dengan baik. Ani menuturkan, perjalanan panjang menjadi seorang inisiator untuk terlibat dalam pemberdayaan-pemberdayaan masyarakat sudah dilakukan sejak masih duduk di bangku SMA.

Walaupun begitu, kata Ani, dirinya tak melupakan kewajibannya menjadi perempuan, yakni sebagai hamba Allah SWT, istri bagi suami, serta ibu bagi anak-anaknya. Menurutnya, ciri keseimbangan perempuan beraktivitas di luar dapat dikatakan gagal apabila rumahnya berantakan serta suami dan anak-anak tak terurus dengan baik. Baginya, sesibuk apapun beraktivitas di luar jangan sampai meninggalkan kodrat sebagai perempuan.

“Jangan juga meninggalkan kodrat kita sebagai perempuan. Selama kita bisa beraktivitas tapi sistemnya tetap utuh. Artinya, anak-anak dan suami tetap merasakan kehadiran kita,” ungkapnya.

Ani menegaskan, seorang perempuan itu akan dihargai jika bisa menghargai dirinya sendiri. Bekal pendidikan dan keterampilan menjadi modal utama perempuan dalam era kekinian seperti ini.

“Yang jelas, perempuan itu akan dihargai, kalau kita bisa menghargai diri kita sendiri. Harus kuat tentang pengetahuan (Ilmu), pendidikan, dan keterampilan. Itu modalnya,” tukasnya. (pra/pms)

Biodata

Ani Rukmini

Lahir: Semarang, 10 Agustus 1964

Jabatan: Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi

Pendidikan:

  • SD Islam Jakarta (1977)
  • SMPN 44 Jakarta (1981)
  • SMAN 21 Jakarta (1984)
  • S1 Administrasi Pendidikan IKIP Jakarta (1989)
  • S2 Komunikasi Bisnis UNPAD Bandung (2010)