Bekasi

Waspada Klaster Pasar

RAMAI : Sejumlah warga memadati kawasan Dukuh Zamrud, Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin (10/5). Jelang perayaan hari raya Idul Fitri warga ramai memadati kawasan tersebut untuk berbelanja kebutuhan lebaran. kepadatan tersebut berpotensi menjadi penyebaran wabah virus Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masyarakat Kota Bekasi perlu mewaspadai lonjakan penyebaran Covid-19 paska lebaran. Pasalnya, saat ini warga mulai mengabaikan protokol kesehatan, kerumunan orang nampak mulai di ruas jalan perumahan hingga di pusat perbelanjaan. Klaim keberhasilan pemerintah Kota Bekasi menekan angka penyebaran Covid-19 dan menjaga laju pertumbuhan ekonomi musti dipertahankan, salah satunya dengan tetap menjaga kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Pantauan Radar Bekasi, kerumunan pengendara dan pejalan kaki nampak di kawasan Dukuh Zambrud, Kecamatan Mistikajaya, Kota Bekasi. Arus lalu lintas nyaris tidak bergerak akibat penuh sesaknya ruas jalan sore hari menjelang waktu berbuka.

Selain di kawasan perumahan, kepadatan juga nampak di beberapa pusat perbelanjaan atau mall di pusat kota. Pengawasan terhadap kepadatan di kawasan mall disebut oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi telah dilalukan secara intens kemarin.

“Kita kan selalu evaluasi terhadap keberadaan, bukan tidak melakukan (pengawasan), tetap kita lakukan. Hanya kita juga manusia ada keterbatasan, tapi untuk memaksimalkan itu kita evaluasi. Pasti berkerumunnya di mall atau (tempat) strategis lainnya,” kata Rahmat, Senin (10/5).

Pengawasan lebih ketat dilakukan setelah Satgas Covid-19 Kota Bekasi melakukan evaluasi terhadap kepatuhan protokol kesehatan di ruang publik. Kepadatan di pusat perbelanjaan dinilai terjadi lantaran masyarakat dibatasi mobilitasnya keluar daerah, ditambah pekerja telah mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji pokok tiap bulan menjelang hari raya.

Sementara ini, kepadatan diprediksi akan terjadi di mall dan restoran di Kota Bekasi. Jika didapati kerumunan di ruang publik, maka konsekuensinya akan dibubarkan oleh petugas.”Kalau enggak boleh mall dan ekonomi anjlok dong, kalau Summarecon misalnya kapasitas 30 ribu jadi 15 ribu, sekarang yang nggak boleh bergerombol,” tukasnya.

Sementara itu, untuk kepadatan di ruas jalan perumahan dan titik-titik penjualan takjil, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) menegaskan untuk para pedagang dapat ditata dengan baik. Disarankan kepada petugas di wilayah untuk dapat memanfaatkan fasilitas umum atau lapangan sebagai lokasi usaha kecil tetap bisa menjalankan usaha dan tidak menimbulkan kerumunan.

Keluhan masyarakat yang didapati sampai dengan saat ini akibat penggunaan sebagian ruas jalan untuk berjualan adalah kemacetan lalu lintas dan pelanggaran physical distancing. Hal ini diakibatkan karena sejumlah pedagang kecil yang memanfaatkan bahu jalan.

“Sudah saya instruksikan kepada Korlap untuk menyelesaikan permasalahan itu, keluhan dari masyarakat kan yang pertama itu kemacetan, yang kedua itu physical distancing,” terang Kasatpol-PP Kota Bekasi, Abi Hurairah.

Menurutnya, Satpol-PP tidak pernah mengizinkan pedagang memanfaatkan bahu jalan untuk berjualan. Maka, perlu dilakukan penataan seperti yang sudah dilakukan di sejumlah wilayah di Kota Bekasi.”Saya berharap itu bisa ditata, kalau di Bekasi Timur dan Bekasi Selatan saja bisa,” tambahnya.

Selain di kawasan Dukuh Zambrud, beberapa wilayah lain yang sempat diidentifikasi emmicu kerumunan dan kemacetan adalah kawasan Perumnas 1 dan Galaxy, Bekasi Selatan. Ke dua wilayah tersebut telah ditata oleh Satpol-PP Kota Bekasi sehingga kerumunan dapat terurai.

Sejauh ini, pihaknya masih melakukan pengawasan terhadap protokol kesehatan agar masyarakat tidak terpapar Covid-19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan. Namun disisi lain, roda perekonomian masyarakat harus dipastikan tetap berputar. (Sur)

Related Articles

Back to top button