Pendidikan

Dua Siswa SMP Marsudirini Wakili Jabar di Olimpiade Nasional

 

PERLIHATKAN PIAGAM: Dinggan Langhita Gampang (kanan) dan Audrey Fedro Juan Panjaitan (kiri) didampingi Kepala SMP Marsudirini Bekasi, Suster Lucy Hariwati (tengah), memperlihatkan piagam penghargaan yang diperoleh pada Olimpiade Nasional mewakili Jawa Barat. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masa pandemi yang mengharuskan pembelajaran dan berbagai kegiatan lomba diadakan secara daring tak membuat Dinggan Langhita Gampang dan Audrey Fedro Juan Panjaitan, siswa SMP Marsudirini Bekasi ini gagap. Dua pelajar kelas 7 ini pun membuktikan, pandemi bukan lah penghalang untuk tetap berprestasi.

Dinggan Langhita Gampang dan Audrey Fedro Juan Panjaitan, berhasil meraih medali perak  pada penyisihan provinsi Olimpiade Nasional (Omnas) ke-10 yang diadakan oleh Emerlad Education Center (EEC), beberapa waktu lalu. Fedro Juan meraih medali perak untuk bidang matematika level 4 (jenjang SMP kelas 7, 8 dan 9). Sementara Dinggan, medali perak untuk Bahasa Inggris.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena dilaksanakan pada masa pandemi, kali ini penyisihan tingkat provinsi Omnas dilakukan secara daring. Meskipun begitu, tidak menyurutkan antusiasme peserta, yang terdiri dari siswa kelas 1 SD hingga kelas 9 SMP dari berbagai provinsi di Indonesia.

Kemudian siswa yang lolos pada penyisihan provinsi, akan maju ke final nasional Omnas 10 di Surabaya, awal Agustus 2021 mendatang. Mereka bakal berlomba mewakili provinsi masing-masing untuk memperebutkan medali dan hadiah utama, berupa tabungan pembinaan, tiket dan akomodasi fieldtrip ke Thailand. Audrey dan Dinggan bersama finalis dari kota/kabupaten lain yang lolos di penyisihan provinsi, akan mewakili Jawa Barat di final nasional.

“Tentu kami bangga dengan prestasi dua anak hebat ini. Di masa pandemi yang dirasakan serba sulit dalam melakukan berbagai kegiatan, mereka membuktikan bisa tetap semangat. Bahkan, meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Kepala SMP Marsudirini Bekasi Suster Lucy Hariwati, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/4).

Bagi Audrey, ini kedua kalinya mengikuti Omnas. Tahun lalu, saat masih duduk di bangku kelas 6 SD Marsudirini Bekasi, ia juga meraih medali perak, untuk bidang yang sama. Sedangkan, Dinggan baru satu kali ini mengikuti Omnas. Dia mengaku sangat senang bisa meraih perak pada pengalaman pertamanya.

Terpisah, orang tua Dinggan, Henny Diana mengungkapkan, bahwa dirinya sebagai orang tua memberikan semangat penuh pada anaknya yang sempat ragu mengikuti ajang bergengsi ini.

“Saya sebagai orang tua Dinggan, yang mendampingi secara langsung proses persiapan event ini sangat extra sekali memberi semangat dan meyakinkan Dinggan kalo dia bisa, karena waktu itu dia sempat ragu,” jelasnya.

Menurutnya, Dinggan merupakan pelajar yang sangat menyukai mata pelajaran bahasa Inggris. Hal ini yang menjadi salah satu motivasinya  mengikuti ajang tersebut.

“Kebetulan dia suka banget dengan pelajaran bahasa Inggris dan pengin nyoba juga, jadi ya mau ikutan. Karena adiknya pun pernah mengikuti Omnas dan mendapat medali perak sampai tingkat nasional, jadi rasa semangatnya bertambah,” katanya.

Sementara, Dinggan mengungkapkan, persiapan sejak jauh-jauh hari dilakukan. “Persiapannya sama kayak latihan soal dan belajar bahasa Inggris liat di video YouTube,” tuturnya.

Ia berharap, hal yang dilakukannya ini dapat menginspirasi para pelajar lain bahwa pandemi bukan menjadi halangan untuk menorehkan sebuah prestasi.

“Semoga bisa menginspirasi teman-teman yang lain supaya tetap semangat. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, banyak hal yang kadang membuat kita jadi bete, bosan, karena tidak bisa ke mana-mana. Kita nikmati saja dan lakukan semua dengan senang. Oh iya, jangan takut mencoba sesuatu yang baru,” tukasnya. (dew/bis)

Related Articles

Back to top button