
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Guru harus mempersiapkan tiga hal untuk mengikuti program Guru Penggerak. Yakni, dokumentasi praktik baik yang berpihak kepada murid, penguasaan terhadap kompetensi pedagogik dan mengetahui landasan hukum terkini tentang pendidikan.
Pendamping angkatan pertama Pendidikan Guru Penggerak Jajang menyampaikan, program Guru Penggerak angkatan kelima akan dibuka untuk 160 daerah dengan kuota 8.000. Kota Bekasi menjadi salah satu daerah tersebut.
“Program Guru Penggerak angkatan kelima nanti sudah dibuka untuk guru di Kota Bekasi. Jadi ini kesempatan yang baik untuk para guru agar bisa mengikuti program Guru Penggerak,” ungkap Jajang kepada Radar Bekasi, Kamis (3/6).
Dengan kuota yang cukup besar, kata dia, para guru di Kota Bekasi memiliki peluang besar mengikuti program tersebut. Apalagi banyak guru yang potensial di daerah berjuluk Kota Patriot ini.
“Semua memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini,” ujarnya.
Menurutnya, rekrutmen calon Guru Penggerak sesuai jadwal akan dimulai pada Oktober 2021. Sedangkan pendidikan program akan berlangsung pada April 2022.
Dikatakannya, program ini dibutuhkan motivasi serta dukungan dari semua pihak. Dirinya berharap, banyak guru di Kota Bekasi yang mengikuti program tersebut.
“Kota Bekasi atau kota-kota lainnya memiliki cukup peluang untuk mencetak guru penggerak yang berkualitas. Lalu apa yang dibutuhkan? yaitu motivasi dan dukungan dari stakeholder terkait,” tuturnya.
Sejumlah tahapan perlu dipersiapkan oleh para tenaga pengajar dalam mengikuti program Guru Penggerak. Yakni, dokumentasi praktik baik yang berpihak kepada murid, penguasaan terhadap kompetensi pedagogik dan mengetahui landasan hukum terkini tentang pendidikan.
“Ini adalah 3 syarat dari beberapa syarat lain yang harus dipersiapkan. Intinya guru dapat mempersiapkan 3 hal ini,” ucapnya.
Menurutnya, banyak keuntungan yang dapat diambil dari keikutsertaan sebagai Guru Penggerak. Diantaranya, meningkatkan kompetensi paedagogik maupun profesional, menambah wawasan dan pengalaman dalam praktik baik berpihak pada murid, kesempatan berkolaborasi dengan berbagai rekan-rekan hebat seluruh Indonesia, berbagi pengalaman praktik baik, berdampak kepada rekan sejawat, pimpinan dan sekolah secara umum, menambah jejaring sosial profesional dan memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin pembelajaran alias kepala sekolah.
“Enggak rugi kalo guru bisa ikut serta dalam program Guru Penggerak ini,” tukasnya.
Guru SDN Jatimakmur V Kota Bekasi Zaenal mengungkapkan, dirinya akan mendaftar program ini. “Insy allah saya akan daftar, karena banyak peluang dan ilmu yang tentu akan saya dapatkan,” ungkapnya.
Sampai saat ini belum ada persiapan secara khusus yang akan dilakukan. Ia hanya akan melakukan pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan baik.
“Tidak ada persiapan khusus, saya akan melakukan pekerjaan dengan baik sesuai dengan tupoksi yang saya pegang saat ini yaitu sebagai guru,” pungkasnya. (dew)











