Bekasi

Ruang Rawat dan Isolasi Ditambah

Sejumlah RT di Kota Bekasi Karantina Wilayah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penyebaran kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi terus mengalami lonjakan sepekan terakhir. Setiap harinya, terjadi penambahan 100 hingga 250 kasus baru. Pemkab Bekasi terpaksa menambah 200 tempat tidur di 12 Rumah Sakit (RS) rujukan dan ruang isolasi di tiga hotel.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, lonjakan kasus terjadi setelah lebaran Idulfitri kemarin. Meski ada larangan mudik, namun mobilitas warga tetap tinggi. Kondisi ini diperparah dengan minimnya warga menjaga protokol kesehatan (prokes).

“Kalau kita lihat dalam satu Minggu ini, terjadi penambahan kasus 100 sampai 150. Dan hari ini terjadi peningkatan kasus diatas 259. Jadi ada penambahan kasus lebih dari 300 persen,” ujarnya kepada Radar Bekasi saat ditemui di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Senin (14/6).

Alamsyah menyampaikan, karakteristik penambahan kasus kebanyakan klaster keluarga di wilayah padat penduduk. “Penyumbang terbanyak wilayah yang selama ini tinggi, seperti Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Cibitung, Babelan, Cikarang Utara, Karang Bahagia, dan Tarumajaya,” jelasnya.

Akibat lonjakan kasus tersebut, tingkat keterisian rumah sakit meningkat tajam, dari 50 rumah sakit yang disiapkan untuk rujukan Covid-19. keterisian ICU, persentasenya sekitar 80 persen dan Non ICU keterisiannya 65 persen. “Jadi setelah lebaran ini ada beberapa rumah sakit yang melakukan penambahan. Intinya ada penambahan 200 ruangan, dari 12 rumah sakit untuk rujukan Covid-19,” jelasnya. (lihat grafis).

Selain penambahan rumah sakit, pria yang juga sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan ini mengaku akan menambah tempat isolasi terpusat, dari yang sebelumnya dua, yakni hotel Hotel Ibis Budget, dan Citra Inn. Sekarang ada ditambah satu lagi, hotel Ibis Styles, dengan kapasitas 100 ruang isolasi.

Masih Alamsyah, kedepannya pencegahan akan tetap menerapkan prokes yang ketat dengan mengurangi mobilitas masyarakat, terutama lansia dan anak-anak karena potensi terpapar sangat tinggi.

Selain itu, persediaan darah plasma konsevalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi habis. Sebab, permintaan dalam satu pekan ini sangat tinggi. Akibatnya, 75 pasien Covid-19 yang membutuhkan darah plasma konsevalen harus menunggu pendonoran tersebut.

“Ya saat ini kosong, permintaanya tinggi. Posisi stok golongan darah plasma konsevalesen kosong,” kata Ketua PMI Kabupaten Bekasi Akhmad Kosasih, kepada Radar Bekasi, Senin (14/6).

Menurutnya, kekosongan ini sudah terjadi sejak sepekan lalu. Karena peningkatan pasien, pihaknya tidak bisa menyetok, setiap kali ada pendonor masuk langsung disalurkan ke RS yang membutuhkan.

“Penyintas yang sudah sembuh memang sudah sering kita sosialisasikan. Tapi pada umumnya mereka belum terpanggil menjadi pendonor. Mungkin karena khawatir dan lain-lain,” tuturnya.

Sejauh ini, kata Kosasih, antrean pasien untuk mendapatkan darah plasma konsevalen sudah mencapai angka 75. Namun demikian, belum bisa dipastikan kapan bisa terpenuhi. “Kita sudah melapor ke Satgas, dan sudah mendapat respon. Sementara, antrian itu sudah mencapai angka 75 pasien yang meminta, tapi belum bisa terpenuhi,” tuturnya.

Sementara itu di Kota Bekasi, data terakhir jumlah kasus terkonfirmasi positif di lingkungan RT 02/25 Perumahan Harapan Baru, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria sebanyak 47 orang, satu diantaranya meninggal dunia.

Sejak temuan kasus awal pada awal bulan Juni, hasil tracing 121 orang di lingkungan ini menghasilkan 47 kasus terkonfirmasi positif, 41 menunjukkan hasil negatif, sementara 30 sampel lain masih menunggu hasil swab. Dari jumlah kasus tersebut, sembilan warga menjalani perawatan di beberapa Fasilitas Kesehatan (Faskes), kabar duka terdengar dari salah satu kasus saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS).

“Dia justru mungkin yang tertular malah, mungkin ada penyakit bawaan sehingga kemarin hari Minggu kita berduka karena satu meninggal dunia,” ungkap Camat Medansatria, Lia Erliani, Senin (14/6).

Hampir sepekan dalam karantina wilayah terbatas, Satgas Covid-19 Kecamatan Medansatria masih melakukan pemantauan terhadap puluhan warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Hasil pantauan di rumah masing-masing warga, didapati kondisi kesehatan warga masih dalam keadaan demam, penciuman dan indera perasa masih terganggu.

Namun, sebagian lainnya disebut mulai menunjukkan perbaikan pada kondisi kesehatannya. Petugas menawarkan kepada warga yang merasakan kondisinya semakin memburuk untuk dirujuk ke Faskes yang telah disediakan oleh pemerintah guna mendapatkan perawatan.”Kita lockdown akan terus sampai semuanya mungkin dalam kondisi yang stabil, kita sekarang warga juga masih dalam isolasi,” tambahnya.

Sementara itu, karantina wilayah terbatas juga diketahui dilakukan di beberapa wilayah RT lain di kota Bekasi, belakangan diketahui ada tiga Kepala Keluarga (KK) terkonfirmasi positif Covid-19. Dua wilayah RT yang tengah menjalani isolasi mandiri ini diketahui berada di lingkungan Kelurahan Jatisih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Portal area permukiman warga ditutup disertai dengan spanduk pemberitahuan karantina wilayah Covid-19 diunggah oleh akun Kelurahan Jatiasih. Camat Jatiasih kepada Radar Bekasi membenarkan pelaksanaan karantina wilayah terbatas di wilayahnya, masing-masing satu wilayah RT di RW 003, Kp Bulak dan RW014, Perumahan AURI.

“Itu kemarin sudah sejak seminggu kemarin. Jadi dari pada meluas kita langsung inisiatif dari kelurahan langsung di lock, sama pengawasan dari lingkungan terus (dilakukan),” paparnya.

Sepekan menjalani karantina wilayah, menurutnya situasi di dia lingkungan warga tersebut sejauh ini masih terkendali. Petugas dari kelurahan, Babinsa, dan Bimaspol, bersama warga lain di wilayah setempat melakukan pengawasan terhadap warga yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Sejauh ini, tiga KK memilih untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Pemantauan kesehatan tiga KK tersebut selama ini dilakukan oleh petugas Puskesmas, karantina masih dilakukan sampai temuan kasus dinyatakan kembali dalam kondisi sehat.”Jadi kalau memang sudah sehat itu pemantauannya Puskes, pokoknya Puskes 1×24 (jam) berkomunikasi dengan mereka,” ungkapnya.

Terhadap temuan sederet kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengakui bahwa lonjakan kasus dewasa ini terjadi secara tajam. Ia meminta kepada Kepala Puskesmas di lingkungan yang tengah melaksanakan karantina wilayah untuk memperbanyak tracing dan memperketat pengawasan warga dalam isolasi mandiri.

Kenaikan kasus diikuti meningkatnya keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit (RS), kemarin BOR tercatat 56 persen. Situasi ini diklaim masih dalam kondisi aman.”Menurut investigasi kita ternyata lebih banyak (akibat pergerakan) ke luar daerah kota, mungkin ada satu dua ya (penyebaran di lingkungan). Tapi yang terinvestigasi ada kasus Rawamangun, ada kasus Bogor, ini yang sebenarnya perlu pemahaman kita bersama,” terang Rahmat.

Meskipun ditengah lonjakan kasus, pernikahan tetap diizinkan untuk digelar, dengan catatan dibatasi jumlah tamu yang hadir dan protokol kesehatan diperketat.”Boleh orang melakukan sesuatu, tapi tentunya ada Prokes, dan Prokes itu bukan berarti pidana, Prokes itu selalu kita minta untuk menjaga, dan kalau nakal kita bubarkan,” tambahnya. (pra/sur)

Related Articles

Back to top button