Politik

Garuda Vakum, Pengurus Pindah Parpol

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah pengurus DPC Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) Kota Bekasi mengaku akan pindah partai, meskipun secara kepengurusan masih berlaku hingga tahun 2022 mendatang. Pindahnya kader dan pengurus tersebut, karena partai vakum sejak 2019 lalu.

“Secara kepengurusan Partai Garuda masih ada, dan terdaftar di KPU karena SK kita baru habis tahun 2022 nanti. Hanya saja, setelah Pemilu 2019 lalu seluruh kegiatan partai tak ada atau vacum sampai hari ini, termasuk di tingkat propinsi dan nasional sudah tak ada komunikasi apapun,” Kata Sekretaris DPC Garuda Kota Bekasi, Garisah Idharulhaq kepada Radar Bekasi, Kamis (17/6).

Garisah mengungkapkan, dengan keadaan partainya yang vacum lantas tak membuat dia ikut berhenti berpolitik dan memberikan kontribusi, demi membangun daerah berjuluk Kota Patriot lebih baik kedepannya dengan mendedikasikan diri di partai Gerindra sesuai ajakan dari teman, sekaligus pimpinan partai barunya tersebut.

“Saya gabung ke Gerindra ini, karena alasan tujuan dan arah perjuangannya sesuai hati dan semangat saya. Tapi untuk proses resmi sesuai aturan saya harus bersurat ke KPU untuk menyatakan diri keluar dari partai Garuda, dan saat itu belum diajukan tapi yang jelas segera saya ajukan,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Garuda, Atep Mulyadin mengakui, paska pemilu 2019 lalu tidak ada lagi kegiatan di partai nya. Terkecuali, kata dia, jika ada keterwakilan seperti partai lain mungkin kondisinya masih tetap eksis.

“Pilihan ini realistis ya, karena sebagai partai ‘burem’ tanpa perwakilan kita sulit mau buat kegiatan. Dan saya kira semua partai burem mengalaminya juga, sebab kalau membuat kegiatan itu butuh dana juga jadi ya akhirnya kegiatan partai kita collingdown dulu sejak selesai Pemilu 2019 lalu,” tutur Atep ketika dihubungi Radar Bekasi.

Atep pun menjelaskan, pihaknya pun saat ini masih menunggu perkembangan situasi dan kondisi partainya untuk bisa kembali eksis di Pemilu 2024 mendatang, karena sampai kini pimpinan di pusatnya pun belum memberi sinyal untuk partai bisa bergerak melakukan kerja politik persiapan pesta demokrasi mendatang.

Soal parpol pilihan yang menjadi pijakan baru dalam berpolitik, Atep menyatakan, kalau dia sudah menentukan pilihan untuk bergabung di Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bekasi. Namun, hal ini masih wacana sambil menunggu situasi dan kondisi kedepannya.

“Ya, saya juga kan harus menunggu putusan partai Garuda karena biar bagaimanapun kita masih ketua, dan jika ada peremajaan perlu proses pelantikan sekaligus meletakkan atau menyerahkan jabatan kepada ketua barunya. Tapi memang Insyaalloh, kalau saya berniat mauhijrah ke PAN karena di Garuda itu masa  bakti saya habis tahun depan,” tutupnya. (mhf)

Related Articles

Back to top button