Berita Bekasi Nomor Satu

Warga Desa Bunibakti Kecewa dengan PT BBWM

Kepala Desa Bunibakti, Sidi Sumardi HM.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jumlah desa yang menagih janji program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM), kembali bertambah. Setelah warga Desa Kedung Jaya, kini Desa Bunibakti melakukan hal serupa.

Kepala Desa Bunibakti, Sidi Sumardi HM mengatakan, terkait janji PT BBWM soal penyerapan tenaga kerja warganya hingga saat ini masih belum terbukti.

Padahal, Desa Bunibakti menjadi salah satu desa yang selalu dilintasi kendaraan perusahaan migas pelat merah itu.

“Dari Desa Bunibakti, hanya ada dua orang warga yang kerja di PT BBWM. Sampai sekarang, ada yang ngelamar, sudah lima bulan belum juga ada panggilan,” ucap Sidi kepada wartawan, Selasa (6/7).

“Surat sudah tigal dikirim, namun tetap tidak ada respon. Desa kami terdampak dan dilintasi. Apalagi posisi penyulingan migas-nya dekat dan hasil bumi Desa Bunibakti juga diambil,” beber Sidi.

Dirinya pun sudah berupaya menghubungi manajemen perusahaan itu, namun tidak ada jawaban sama sekali.

Janji lain dari PT BBWM di Desa Bunibakti adalah penyediaan mesin pencacah sampah yang hingga pertengahan 2021 ini, belum ada kejelasan.

“Apalagi pada di tengah pandemi sekarang ini, warga kami kesulitan ekonomi. Dari pihak PT BBWM juga tidak ada bantuan apapun seperti sembako, dll,” tutur Sidi.

Dia berharap, manajemen PT BBWM segera merealisasikan janji-janji yang pernah dilontarkan di hadapan masyarakat. Jangan sampai hal itu menjadi angin segar semata.

“Masa cuma dua orang yang diserap sebagai pekerja di PT BBWM. Desa Bunibakti sebagai penyangga dan penghasil minyak bumi, masa cuma dua orang,” sesalnya.

Berdasarkan data yang diterima, PT BBWM belum merealisasikan sejumlah program CSR untuk Desa Bunibakti tahun 2020, seperti renovasi Musholla sebesar Rp 6.540.000, seragam bagi pengurus radio komunikasi sebesar Rp 5.000.000.

Pada 2021, program yang dijanjikan kembali oleh PT BBWM, adalah rumah kompos dan bank sampah senilai Rp 28.000.000, seragam dan alat kantor Rp 6.000.000, dan rehab Musholla Rp 12.320.000. Namun janji-janji itu, hingga saat ini hanya isapan jempol saja.

“Yah, saya bersama masyarakat di sini seperti dibohongin, cuma janji- janji doang. Kan istilahnya, dengan adanya PT BBWM di Desa Bunibakti, tujuan-nya bukan untuk saling menjatuhkan, melainkan harus bisa saling bekerjasama yang baik, untuk banyak membantu masyarakat. Intinya kami kecewa,” tandas Sidi. (and/pms)