Bekasi

Ikut FGD Bank Plasma, Dr Aqua Dwipayana Langsung Sumbang Rp 10 Juta

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pakar komunikasi sekaligus motivator nasional, Dr Aqua Dwipayana, tanpa banyak babibu langsung menyumbang donasi uang Rp 10 juta atas gagasan Tugu Media Group mewujudkan pembentukan bank plasma konvalesen.

Penulis buku Trilogi The Power of Silaturahim itu merasa tergugah untuk ikut andil dan berkontribusi dalam upaya penanganan COVID-19 yang sudah setahun ini berjalan. Khususnya dalam upaya terapi plasma yang dinilai menjadi terapi mujarab sementara sebelum ditemukan obatnya.

Menurut dia, di tengah situasi krisis kesehatan ini, kehadiran bank plasma konvalesen dirasa sudah mendesak. Artinya, harus segera direalisasikan.

”Saya terima kasih dan apresiasi semua pihak yang turut peduli dengan dampak pandemi COVID-19. Saya juga ingin terlibat dan tidak sabar untuk segera action. Biar cepat terwujud, saya langsung sumbang Rp 10 juta,” ucapnya.

Seperti diketahui, mantan wartawan ini turut hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) virtual yang digagas Tugu Media Group bertajuk ”Dari Malang Untuk Indonesia; Mewujudkan Bank Plasma Konvalesen untuk Mengatasi COVID-19”, pada Senin (26/7/2021).

FGD ini digelar untuk membincang seputar program mengakselerasi percepatan penanganan COVID-19, salah satunya dengan menggagas pembentukan bank plasma konvalesen. Ini bisa jadi langkah baru dari Malang untuk Indonesia dan jadi percontohan bagi daerah lain.

Dengan kehadiran Bank Plasma ini, Aqua percaya semua kendala yang dihadapi dalam penyediaan stok plasma konvalesen akan teratasi. Dia percaya, spirit gerakan ini akan ikut menular ke masyarakat.

”Para penyintas kembali percaya diri, lalu kesadaran berdonornya juga ikut muncul seiring dengan gerakan ini. Saya yakin, semangat mewujudkan bank plasma ini juga luar biasa,” kata dia.

Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada penyintas untuk mendonorkan plasmanya juga dirasa sangat vital. Upaya ini mendapat perhatian jajaran TNI Polri dengan menerjunkan Babinsa dan Babinkamtibmas sebagai ujung tombaknya. Mereka diberi instruksi khusus untuk berdialog langsung dengan penyintas.

Nah, terkait upaya tersebut, Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang ini juga siap membantu jajaran TNI Polri untuk memberikan sharing komunikasi dan motivasi kepada aparat Babinsa dan Babinkamtibmas.

”Saya siap datang ke Malang kapan saja untuk ikut sharing dengan para Babinsa dan Babinkamtibmas. Kehadiran dan cara mereka dalam berkomunikasi sangat penting untuk meningkatkan kesadaran para penyintas mendonorkan plasmanya,” imbuhnya.

”Terus terang, melihat program ini semangat saya ikut terpacu. Semoga, bank plasma konvalesen dari Malang untuk Indonesia ini bisa segera terwujud. Ayo kita satukan komitmen bersama,” ajaknya.

Komitmen serupa ditunjukkan CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq. Sebagai media dengan tagline Merawat Malang Raya dan Jawa Timur, pihaknya ingin ikut terlibat dalam gerakan sosial tersebut.

Selain media, dia berharap dorongan dan dukungan dari pemda, TNI/Polri, dan semua pihak turut andil dalam akselerasi penanganan COVID-19 di Kota Malang dengan mewujudkan pembentukan bank plasma konvalesen.

Komitmen serupa ditunjukkan CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq. Sebagai media dengan tagline Merawat Malang Raya dan Jawa Timur, pihaknya ingin ikut terlibat dalam gerakan sosial tersebut.

Selain media, dia berharap dorongan dan dukungan dari pemda, TNI/Polri, dan semua pihak turut andil dalam akselerasi penanganan COVID-19 di Kota Malang dengan mewujudkan pembentukan bank plasma konvalesen.

”Kami dari Tugu Media Group akan mengawal hal ini dengan menggeber publikasinya, termasuk membentuk tim relawan berkolaborasi dengan semua pihak. Kalau perlu, jemput bola kepada para penyintas untuk berdonor,” tambahnya.

FGD ini juga dihadiri para pemangku kebijakan Kota Malang. Mulai Kapolresta Makota, AKBP Budi Hermanto; Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadona; dan Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Wanedi.

Turut hadir pula sejumlah pihak terkait. Mulai dari pengusaha sekaligus pendonor plasma konvalesen, Sim Putra Bradley; Kepala UDD PMI Kota Malang, dr Enny Sekar; Penggagas Komunitas Plasmahero.id, Dr Ariani; Kepala RSUD Kota Malang, Umar Usman; dan lain sebagainya.

Related Articles

Back to top button