BEKACITIZENOpini

Amalan Penghapus Dosa

Oleh. Achmad Muwafi, Lc

Oleh. Achmad Muwafi, Lc Kepala SDIT Baitul Halim Tambun Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan atau dosa baik yang dilakukan dengan sengaja maupun yang tidak disengaja. Di dalam Al-Quran, kata dosa disebut dengan adz-dzanbu, al-ism, atau al-jurm. Dosa artinya melakukan sesuatu perbuatan yang dilarang atau meninggalkan perbuatan yang diperintahkan di dalam syariat Islam.

Di dalam surat At-Tin ayat 4-6 Allah swt berfirman, “Sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya”.

Terkait dengan ayat ini, Al-Hasan Al-Bashri mengatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah swt dalam bentuk sebaik-baiknya yang sempurna, kemudian ia akan masuk ke dalam neraka dikarenakan ia tidak mau taat kepada Allah swt dan enggan mengikuti ajaran atau Sunnah Rasulullah saw.

Allah swt berfirman, “Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai  telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah”. (QS. Al-A’raf: 179)

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mereka tidak memanfaatkan sesuatu pun dari indra-indra ini yang dijadikan oleh Allah sebagai sarana untuk mendapatkan hidayah. Pada kenyataannya mereka tidak tuli, tidak bisu, dan tidak buta, melainkan hanya terhadap hidayah Allah swt. Sehingga mereka diperumpamakan seperti binatang ternak bahkan lebih sesat darinya. Hewan ternak adakalanya memenui seruan penggembalanya di saat pengembalanya memanggilnya. Sementara orang kafir, sesungguhnya dia diciptakan hanya semata-mata untuk menyembah Allah dan mengesakan-Nya, tetapi ternyata dia kafir dan mempersekutukan-Nya.

Menyadari hal tersebut, maka kita sebagai umat muslim diperintahkan untuk terus berbuat baik. karena setiap kebaikan yan kita lakukan itu akan menjadi penghapus dan penebus dosa dari kesalahan yang pernah kita lakukan sebelumnya.

Allah swt berfirman, “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk”. (QS. Hud: 114)

Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah, dari Rasulullah saw beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah swt dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. (HR. Tirmidzi)

Dari hadist ini terdapat tiga pesan Nabi Muhammad saw, yaitu: Pertama, perintah untuk bertakwa kepada Allah swt dimana saja dan kapan saja yaitu dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah swt dan meninggalkan perbuatan maksiat. Kedua, perintah untuk selalu berbuat kebaikan agar dosa keburukuan itu terhapus. Ketiga, Perintah untuk berakhlak baik kepada sesama dengan berbagai macam kebaikan serta menjauhkan bahaya dari mereka.

Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu untuk dapat berbuat amal kebaikan dan mampu meninggalkan kemungkaran. Dan aku memohon agar Engkau mengampuni aku. Amin. (*)

Related Articles

Back to top button