
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Simulasi Asesmen Nasional (AN) di jenjang SMP Kota Bekasi terkendala masalah server pusat pada hari pertama pelaksanaan, Senin (23/8). Gangguan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi agar hal serupa tak terjadi saat AN sebenarnya.
Kepala Seksi Kurikulum dan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMP Disdik Kota Bekasi Mawardi menyampaikan, pelaksanaan simulasi AN secara daring ini terbagi menjadi dua periode. Pada periode pertama dimulai 23-26 Agustus 2021, sedangkan periode kedua dimulai 30 Agustus – 1 September 2021.
“Pelaksanaannya dibagi menjadi dua periode, sekolah dapat memilih tanggal sesuai dengan kesiapannya,” ujar Mawardi kepada Radar Bekasi, kemarin.
Simulasi AN jenjang SMP dilaksanakan oleh 295 sekolah dengan rincian 47 sekolah negeri dan 248 sekolah swasta. Simulasi hanya dilakukan selama satu hari.
Oleh karena itu, pelaksanaannya tidak secara serentak di seluruh SMP Kota Bekasi. “Kalau simulasi hanya satu hari, jadi hanya ingin mengetahui apa saja yang menjadi kendala dan kesulitan dalam pelaksanaan agar bisa menjadi bahan evaluasi,” ungkapnya.
Adapun peserta simulasi ialah teknisi dan proktor dari setiap sekolah. Siswa belum diizinkan mengikuti simulasi lantaran Kota Bekasi masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
Pada pelaksanaan simulasi kemarin, terdapat sejumlah kendala yang dialami sekolah. Salah satunya masalah server pusat sehingga mengakibatkan peserta kesulitan melakukan login.
“Jadi tadi (kemarin,Red) ada kendala dari server pusat, setelah login lalu keluar kembali. Sehingga sekolah membutuhkan waktu untuk melakukan login kembali,” ujarnya.
Kendala tersebut akan menjadi bahan evaluasi Disdik. Sehingga pelaksanaan AN yang rencananya dihelat pada Oktober 2021 dapat berlangsung dengan lancar.
“Ini akan jadi bahan evaluasi kami agar ketika pelaksanaan AN sungguhan tidak terjadi kendala yang serupa,” katanya.
Pelaksanaan AN rencananya dilakukan secara semi online dan offline. Namun di Kota Bekasi disarankan agar dapat melakukannya secara offline alias langsung.
“Kota Bekasi rencananya nanti akan melaksanakan dengan metode semua offline. Jadi online-nya hanya untuk masuk doang. Untuk proses pengerjaannya akan dilakukan semi offline, sehingga tidak ada kendala disaat proses pengerjaan,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Bidang SD Disdik Kota Bekasi Marwah Zaitun mengungkapkan, bahwa dalam pelaksanaan simulasi AN siswa tidak wajib untuk dilibatkan.
“Yang harus mengikuti simulasi AN itu proktor dan teknisi, siswa tidak diwajibkan,” ujarnya.
Pelaksanaan simulasi AN tingkat SD juga terbagi menjadi dua periode. Yaitu periode pertama pada 23 – 26 Agustus 2021 dan periode kedua pada 30 Agustus – 1 September 2021.
“Pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan sekolah masing-masing,” ucapnya.
Setelah dilakukannya simulasi, lanjut dia, pihaknya juga akan melakukan evaluasi.”Tentu akan ada evaluasi yang dilakukan, karena simulasi ini untuk mencoba kendala apa yang terjadi pada saat pelaksanaan,” pungkasnya. (dew)











