RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Puluhan guru honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi menggeruduk Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di Desa Sukamahi, Senin (6/9).
Kedatangan para guru honorer tersebut untuk melaporkan kepada Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, terkait kinerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bekasi, Carwinda, yang dinilai tak mampu menyelesaikan persoalan terkait tuntutan para guru honorer.
Dengan menggunakan seragam, puluhan guru honorer membawa berbagai bendera dan bertahan di pintu masuk, sekaligus minta Pemkab Bekasi untuk segera menindaklanjuti tuntutan para guru honorer.
Ketua FPHI Kabupaten Bekasi, Andi Heriyana, meminta agar Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan, segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Pasalnya, banyak persoalan yang tak kunjung bisa diselesaikan.
”Berbagai permasalahan yang ada di dunia pendidikan tak mampu diselesaikan oleh Kadisdik Kabupaten Bekasi,” bebernya.
Andi menjelaskan, salah satu permasalahan, yakni dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), banyak bermasalah. Misalnya, dana BOS yang sudah dipotong harus diterima Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di tiap sekolah, termasuk GTK non ASN banyak mengalami pemotongan dana BOS Pusat.
”Ini merupakan pungutan liar (pungli) dan jadi gratifikasi. Sehingga, patut diduga Disdik menjadi sarang mafia dan sindikat,” ujar Andi.
Selain itu, mereka menuntut pemerintah segera mengangkat GTK non ASN baru tanpa masa pengabdian, sementara GTK non ASN yang telah puluhan tahun mengabdi diabaikan. Pengangkatan GTK non ASN baru itu berbau ada unsur kong kalingkong dan disinyalir berbau uang.
Andi menduga, Carwinda lebih asik jualan rumah kepada GTK non ASN yang disinyalir berbau uang, ketimbang melakukan kerja profesional dan fokus dengan tugasnya sebagai Kadisdik. Hampir tiap kecamatan beredar seruan agar GTK beli rumah. Ini artinya, Kadisdik kerja tidak fokus dan tidak profesional.
Sementara itu, saat dihubungi, Kadisdik Kabupaten Bekasi, Carwinda, tidak merespon konfirmasi dari Radar Bekasi.
Sekadar diketahui, hingga berita ini ditulis, para guru honorer masih tetap bertahan untuk memperjuangkan aspirasinya, hingga bermalam di Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi. (and)











