Cikarang

Pj Bupati Siapkan Strategi Kurangi Pengangguran

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran atau tidak bekerja di Kabupaten Bekasi, hingga saat ini tercatat mencapai 174 ribu orang. Hal ini menjadi tantangan bagi Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan.

Sebagai daerah yang memiliki kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, Dani tertarik untuk membuat formulasi atau bekerjasama dengan pelaku usaha, khususnya dengan delapan kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi.

“Saya akan pelajari terlebih dahulu regulasi dan formulasinya untuk memberikan peluang kerja bagi masyarakat. Khususnya bagi warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Bekasi,” ucap Dani, saat dihubungi Radar Bekasi, Minggu (19/9).

Kata dia, untuk mengetahui peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat, pihaknya akan mengajak para pelaku usaha industri bertemu secara langsung.

”Rencananya, Rabu (22/9) saya akan bertemu dengan para pengusaha, termasuk pengelola kawasan industri. Pada saat pertemuan itu akan dimatangkan bagaimana caranya untuk memberi kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dani, adanya komunikasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan merupakan salah satu upaya dalam penyelarasan program kerja Pemerintah Daerah (Pemda) dengan pelaku usaha.

“Harus dikonfirmasikan dulu ke pihak pengusaha maupun pengelola kawasan industri sebelum dibuat kebijakannya. Bagi saya, bagaimana caranya untuk menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi,” terang Dani.

Sekadar diketahui, sebanyak delapan kawasan industri di Kabupaten Bekasi dengan sekitar lima ribuan perusahaanmenjadikan Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.

Kemudian, menurut data nilai investasi dari para investor, baik dari Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanam Modal Asing (PMA), Kabupaten Bekasi berada di urutan pertama di tingkat Provinsi periode Januari- Desember 2020.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, jumlah investasi tercatat sebesar Rp120. 429. 949. 761. 020,- . dan total penyerapan tenaga sebanyak 113.426.

Dari hasil pendataan tersebut. Kabupaten Bekasi merupakan daerah tertinggi nilai investasinya dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, yakni sebesar Rp32.323. 875. 057. 938 atau 30,93 persen dari total di Jawa Barat. Kemudian disusul Karawang, dan ketiga Kota Bandung.

Kemudian, untuk penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bekasi, juga merupakan daerah yang tertinggi, yakni sebanyak 24.808 orang.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Sutia Resmulyawan menuturkan, nilai investasi menurut data LKPM, memang ada penurunan. Akan tetapi untuk di Kabupaten Bekasi, dengan kondisi pandemi sangat mempengaruhi para investor untuk berinvestasi.

Disampaikan Sutia, pihaknya tetap memberikan pelayanan perizinan untuk kemudahan investor untuk menumbuhkan perekonomian melalui penanaman modal investasi.

“Kabupaten Bekasi masuk lima besar sebagai daerah tertinggi nilai investasinya, dan penyerapan tenaga kerja. Bagi kami sebagai pelayan perizinan, akan terus membuka peluang dan memberi kemudahan pelayanan bagi pelaku usaha yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Bekasi,” terang Sutia. (and)

Related Articles

Back to top button