Metropolis

Ditantang Tuntaskan Persoalan Banjir

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN –Tiga tahun kepemimpinan Rahmat Effendi-Tri Adhianto sejak dilantik 20 September 2018 lalu, masih menyisakan persoalan yang belum terselesaikan salah satunya banjir yang masih menghantui sejumlah wilayah Kota Bekasi.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan, tahun pertama kepemimpinan Pepen dan Tri (Pentri) langsung dihadapkan dengan persoalan banjir.

Banjir parah ketika itu harusnya menjadi momentum untuk mereview kebijakan daerah yang potensial.Yang memungkinkan mewujudkan kota bebas banjir. Hal itu diakuinya sudah bisa di bantu dengan Perda Sistem Drainase.

Perda tersebut kata Chairoman memberikan amanah pada Wali Kota setahun sebelum terbentuknya Perda Drainase tahun 2020. Minimal dalam setahun itu sudah di ajukan rencana induk pembangunan sistem drainase.

Misalnya, kata dia, Pemkot membuat grand desain strategi penanganan banjir dari hulu ke hilir. Termasuk kerjasama dengan daerah lain yang komprehensif dengan Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan DKI Jakarta.

“Sehingga tidak hanya penanganan banjir tetapi bebas banjir. Apakah dengan cara memperbanyak sumber resapan atau penampungan polder atau grand desain untuk memastikan mana yang menjadi saluran tersier, sekunder dan sebagainya,” ujarnya.

Tentunya kata dia, Kota Bekasi harus punya grand desain menghilangkan banjir di Kota Bekasi. Tidak adanya rencana induk belum bisa memastikan apakah dengan curah hujan tertinggi kota Bekasi memiliki ketahanan dalam kaitan banjir.

Selain itu, daya dukung di kota Bekasi seperti lahan hijau semakin rentan dengan banjir. Pihaknya juga mendorong kepada pemerintah Kota Bekasi untuk membangun fasilitas publik yang memadai.

“Dan problem kita hari ini berkutat kutik karena kita tidak melakukan perencanaan secara sistematis ini catatan. RTH juga masih jauh sekarang baru 14 persen bagaimana caranya bisa mencapai 30 persen,” terangnya.

Pihaknya juga mendoakan agar bisa menepati janji politik dalam mewujudkan visi misi Kota Bekasi yang Cerdas Kreatif Maju Sejahtera dan Ihsan.

“Mungkin bahasannya semakin cerdas, semakin kreatif, semakin maju, semakin sejahtera dan semakin Ihsan. Dalam ini semakin nya,” imbuhnya.

Hal itu dikatakannya, sebagai langkah agar lebih cepat dalam berkolaborasi dan kontestasi. Kota Bekasi pernah mencanangkan kota cerdas tetapi mati suri.

Seharusnya, kata dia tiga tahun kepemimpinan Pentri merevitalisasi semangat pembangunan yang pernah hadir di Pentri sehingga janji politik mereka bisa ditunjukkan.

“Tentunya mudah-mudahan tantangan ini bisa diwujudkan oleh mereka. Tentunya diharapkan menjadi peluang masyarakat semakin sejahtera. Tiga tahun ini bukan tidak maksimal pembangunannya tapi kendala yang dihadapi. Dan banyak lagi yang harus di kembangan budaya disiplin, digitalisasi, dari janji infrastruktur yang mereka janjikan masih rendah di bawah 30 persen karena kendala anggaran dan lesunya ekonomi karena Covid-19. Kita akan dorong agar mereka optimal membangun Kota Bekasi,” tutupnya.

Sementara Pengamat Pemerintahan, Adi Susila menyampaikan, tiga tahun Pentri ada positif dan Negatif. Untuk yang positif dirinya melihat wajah kota sudah terlihat.”Jadi kalau kita datang ke kota wajah kota sudah mulai kelihatan dengan adanya pembangunan di Jalan A Yani,” katanya.

Namun disisi lain banyak sarana publik belum tersentuh pembangunan. Salah satunya, transportasi umum belum tertata dengan baik. Dan fasilitas umum Kota Bekasi juga belum maksimal dibangun.

“Saya harap apa yang dijanjikan dulu oleh Pentri bisa diwujudkan dan masyarakat bisa mengawasi,” ucapnya.

Selain itu, terkait bidang kesehatan harus naik tingkat. Salah satunya pelayanan harus semakin baik, BPJS juga semakin baik.

“Dua tahun itu jangan sampai kita kalah dengan swasta. Jadi praktiskan wajah kota. Jangan sampai kalah dengan swasta dari segi pembangunan dan pelayanannya. Pentri harus bersinergi, harus berkolaborasi,” tukasnya.(pay)

Related Articles

Back to top button