Ke Minimarket Bakal Pakai PeduliLindungi

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berencana mewajibkan setiap minimarket memasang barcode aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk, maka berbelanja di minimarket harus sudah divaksin atau memiliki aplikasi PeduliLindungi. Perusahaan retail masih menunggu kepastian kebijakan yang akan berlaku di Kota Bekasi setelah sosialisasi dilakukan kepada minimarket.

Pada ketentuan terbaru Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 43 tahun 2021, kewajiban penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi wilayah berstatus level tiga adalah perkantoran, industri, perhotelan, pusat kebugaran, ruang pertemuan, supermarket, Hypermarket, restoran, cafe, mall, dan bioskop.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, Teddy Hafni menyampaikan bahwa sejauh ini pelaksanaan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pusat perbelanjaan sudah berjalan baik. Saat ini, Pemkot Bekasi tengah melakukan sosialisasi kepada minimarket untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Teddy belum memastikan kapan kebijakan ini akan berjalan, namun ia menyampaikan kebijakan ini segera berjalan di Kota Bekasi. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini akan terus diperluas ke area publik lainnya, hingga perkantoran seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Panjaitan.


“Kita setiap hari menugaskan aparatur ke wilayah untuk mengecek, monitoring pelaksanaan vaksinasi pan penerapan PeduliLindungi yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat. Dan ini juga akan berkembang lagi kedepan, semua tempat pusat belanja juga, Indomart, Alfamart kedepan juga akan melakukan hal yang sama,” paparnya.

Bukan tidak mungkin penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini juga akan menyasar pasar, disampaikan bahwa saat ini vaksinasi tengah digelar di semua pasar secara bergantian. Vaksinasi ini ditujukan kepada para pedagang pasar, juga menerima masyarakat yang datang ke pasar untuk vaksinasi.

Alokasi vaksin disediakan oleh Pemkot Bekasi menyesuaikan kondisi pasar, untuk pasar yang dinilai ramai dan besar, disiapkan 400 sampai 500 dosis vaksin. Sementara untuk pasar yang dinilai tidak terlalu ramai dan kecil, disiapkan vaksin sampai dengan 200 dosis sehari.”Ya insyaAllah kita akan menerapkan kedepannya seperti itu,” tukasnya.

Sementara itu, Corporate Communications PT Sumber Alfaria Trijaya, Reza Pahlevi menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pemkot Bekasi terkait dengan rencana tersebut.

Jika benar akan efektif dilakukan, maka Alfamart tidak akan berjalan sendiri, melainkan bersama dengan perusahaan retail lainnya.

“Kalaupun berjalan, kita tidak akan berjalan sendiri, kita menunggu dari Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) keputusannya nanti seperti apa,” katanya.

Diakui oleh Reza, pembatasan yang telah berjalan sejak PPKM darurat hingga PPKM level ini penjualan di toko retail menurun, terutama sejak jam operasional dibatasi. Namun, sejauh ini Alfamart masih bisa bertahan, tidak sampai mengurangi jumlah karyawan di tiap minimarket.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi ini diprediksi akan membawa tantangan bagi minimarket. Pasalnya setiap pengunjung yang datang tidak akan membuang waktu lama di dalam minimarket, hanya berbelanja beberapa kebutuhan setelah itu keluar dari minimarket.

“Karena minimarket ini kan berbeda dengan supermarket atau Hypermarket ya, kalau minimarket kan paling sebentar saja membeli rokok atau yang lain lalu keluar,” tukasnya.

Sementara itu, Aprindo belum memberikan jawaban permintaan wawancara Radar Bekasi terkait dengan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di minimarket. (mif/Sur)