Politik

PDIP Siapkan Tim Pengampu

ISTIMEWA/RADAR BEKASI
RAPAT : Ketua DPC PDIP Kota Bekasi, Tri Adhianto saat memimpin rapat konsolidasi partai, belum lama ini.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Beragam upaya dilakukan Partai Politik (Parpol) menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Seperti DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bekasi yang membentuk tim pengampu.

“Program pengampu ini adalah gagasan dari partai, dan cuma ada di PDIP sebagai upaya untuk pemenangan pada Pemilu dan Pilkada serentak 2024 nanti,” kata ketua DPC PDIP Kota Bekasi, Tri Adhianto kepada Radar Bekasi.

Pria yang juga sebagai wakil wali kota Bekasi ini menjelaskan, seorang pengampu bertugas turun ke lapisan masyarakat untuk membantu dan lakukan konsolidasi organisasi bersama jajaran pengurus baik di tingkat PAC, Ranting, hingga anak ranting, sekaligus bisa merekrut sebanyak-banyaknya anggota baru PDIP.

“Jadi, intinya kami berharap para pengampu ini benar-benar turun ke masyarakat sampai ke lapisan paling bawah dan membantu juga lakukan konsolidasi organisasi baik internal maupun eksternal sesuai dengan surat tugas yang diberikan oleh DPD Jawa Barat,” imbuh Mas Tri, sapaan akrabnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bekasi Bidang Politik, Heri Purnomo menerangkan, sosok pengampu ini jumlahnya sekitar 50 an orang lebih, dan setiap masing-masing dapil jumlahnya pun berbeda-beda. Namun, diakui anggota fraksi PDIP DPRD Kota Bekasi, dari total para pengampu itu yang sudah pasti itu adalah semua anggota fraksi, kemudian juga Ketua PAC, dan tokoh-tokoh masyarakat dari hasil rekrutmen.

“Jadi, tugas pengampu diantaranya itu untuk membantu penguatan organisasi di internal. Misalnya, memastikan kepengurusan partai baik tingkat Anak Ranting, Ranting dan PAC. Lalu, turun ke lapangan untuk pendampingan kepada masyarakat, dan berupaya merekrut anggota baru di masing-masing dari wilayah tugasnya. Intinya, jalankan kerja-kerja politik partai saja dari sekarang,” terangnya.

Herpur, sapaan akrabnya menyebut, peranan dan tugas pengampu diharapkan mampu mengukur kekuatan mesin-mesin partainya dalam mempersiapkan diri menghadapi konstelasi politik di Pemilu dan Pilkada serentak 2024 nanti.

“Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kerja-kerja mereka di lapangan, dan apabila dalam tugasnya itu kurang maksimal ya bisa diganti dengan yang lain lagi. Tapi jika hasil evaluasi kerjanya baik selama bertugas, maka reward partai apabila pengampu ingin maju menjadi caleg di Pemilu akan diprioritaskan,” tandas anggota DPRD asal Dapil V (Pondok Gede-Pondok Melati). (mhf)

Related Articles

Back to top button