Metropolis

Penanganan Pencemaran Kali Bekasi Mandek

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Kasus pencemaran Kali Bekasi tak kunjung tuntas ditangani. Bahkan kondisi Kali Bekasi yang dipenuhi buih dan berbau terus berulang.

Kemarin kondisi tersebut kembali terjadi. Air Kali Bekasi yang hitam dengan kumpulan buih dengan bau tak sedap mengganggu warga yang melintas.

Kondisi itu juga menjadi kendala pada pasokan air baku Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot.

Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Solihat mengatakan upaya koordinasi dengan sejumlah stakeholder belum menemukan titik terang terkait penanganan pencemaran.

“Untuk saat ini memang Kali Bekasi kembali tercemari limbah. Kabag produksi kita juga sudah berkoordinasi dengan PJT II terkait kedatangan limbah,” kata Solihat kepada Radar Bekasi saat dihubungi, Senin (27/9).

Diakuinya laporan dugaan pencemaran Kali Bekasi diterimanya pukul 11.30 Senin (27/9). Tetapi belum sampai ke Intek Perumda Tirta Patriot baru sampai di Bendung Prisdo.

“Sambil berjalan kita akan lakukan tes di Lab apakah masih aman atau tidak. Misalnya nanti tidak aman kita akan melakukan hal-hal untuk mengantisipasi itu,” ucapnya.

Terkait pencemaran, Solihat mengaku, sudah melaporkan ke Ombudsman, Gubernur Jabar dan Kapolda. Hanya saja sampai hari ini penegakan hukum terkait pembuang limbah ke Kali Bekasi belum dilakukan.

 

“Ya memang selama ini hanya himbauan saja yang dilakukan. Dan kalau kita lihat memang kalau di perbatasan Bekasi tidak banyak yang membuang limbah dan yang banyak di wilayah Kabupaten Bogor,” ujarnya.

“Karena bukan ranah Pemkot Bekasi, sehingga tidak bisa di tindak langsung oleh Kota Bekasi,” tambahnya.

Saat ini pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PJT II agar pasokan air dari Kali Bekasi dibatasi ketika terjadi pencemaran.

“Kalau dulu-dulu di matiin ya air dari Kalimalang. Sekarang sudah tidak lagi. Kita sekarang juga punya cadangan. Tapi nanti lebih dari empat jam berhenti baru akan habis. SOP sudah jelas dua tahun ini kita mempelajari jenis bahan kimia yang bisa diproduksi dan yang tidak bisa. Intinya kita minta kepada Pemerintah Pusat agar dapat menindak tegas pembuang limbah ke Kali Bekasi,” tutupnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Syaripudin mengaku, terkait limbah di Kali Bekasi kinerja pengawasan dan pengendalian perlu dipertegas.

“Kita ingin hal tersebut menjadi perhatian serius. Apalagi di Kali Bekasi kajiannya terus berulang yang selama ini sering kali terjadi. Efeknya produksi air bersih di Kota Bekasi menjadi terkendala dan itu harus benar-benar disikapi oleh semua pihak,” ucapnya.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH)kembali bersikap evaluasi bidang pengawasan dan pengendaliannya.

Ia juga mendorong DLH memiliki riwayat pencemaran dan tingkat pencemaran di Kali Bekasi. “Jika sudah ada daftarnya ketika terjadi pencemaran air tinggal ceklis perusahaan yang membuang. Apabila dari daerah lain perlu juga koordinasi lintas kota dan kabupaten. Sehingga tidak merugikan wilayah Kota Bekasi. Kita akan panggil jika DLH tidak bisa mengatasi limbah di Kali Bekasi untuk mempertanggungjawabkan kinerja pengawasan dan pengendalian,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Yayan Yuliana belum memberikan respon terkait terulangnya pencemaran limbah di Kali Bekasi. (pay)

 

Related Articles

Back to top button