2.652 Santri Sudah Divaksin

TADARUS: Santri Tahfidz DTI Kota sedang tadarus Alquran. DEWI WARDAH
TADARUS: Santri Tahfidz DTI Kota sedang tadarus Alquran. DEWI WARDAH

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi mencatat sebanyak 2.652 dari 7.855 santri sudah divaksin Covid-19. Sampai dengan saat ini, vaksinasi untuk santri masih berlangsung.

“Masih terus dilakukan vaksinnya, sampai kapan tidak bisa dipastikan. Karena dilihat dari ketersedian dosis vaksinnya,” ujar Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kantor Kemenag Kota Bekasi Ahmad Zaina kepada Radar Bekasi, Selasa (28/9).


Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Jatisari Ismail Anwar mengungkapkan, seluruh santrinya sudah divaksin. “Ada santri pulang dan ada santri yang tinggal, secara keseluruhan sudah melaksanakan vaksin,” ujarnya.

Dari total 250 santri, 75 santri diantaranya menetap di pondok. Diakuinya, setelah divaksin kegiatan santri di lingkungan ponpes kini lebih aman.


“Alhamdulillah dengan adanya vaksin ini, kami merasa bersyukur karena kegiatan santri lebih aman dan nyaman,” ucapnya.

Meskipun sudah divaksin, dirinya memastikan seluruh kegiatan di pondok tetap menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Pasalnya, pihaknya tidak ingin hal tidak baik terjadi pada santrinya.

“Meskipun aman dan nyaman, 5M prokes tetap kita terapkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan kepada santri kami,” katanya.

Saat ini, ponpes yang dikelolanya telah kembali mengizinkan kegiatan olahraga. “Waktu itu kegiatan olahraga kami nonaktifkan, tapi saat ini dengan tetap menerapkan prokes kami mulai melakukan aktivitas olahraga berlari di luar ponpes. Tetapi itu juga tidak jauh-jauh,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Khafi Kota Bekasi Arifin. Ia mengungkapkan, pengurus dan pengasuh serta 90 santrinya saat ini sudah melaksanakan vaksin.

“Alhamdulillah pengurus dan serta pengasuh ponpes sudah di vaksin, begitu juga santri kami saat ini,” ujarnya.

Setelah dilakukannya vaksin, pihaknya mengakui kegiatan santri dapat berjalan dengan lebih baik dan nyaman. Meskipun begitu, santri masih wajib menerapkan prokes dengan ketat.

“Ini salah satu ikhtiar kami untuk menghilangkan virus Covid-19, semoga saja kegiatan santri bisa berjalan normal kembali seperti sediakala,” ujarnya. (dew)