Kejar Target, Polres Buka 202 Gerai Vaksinasi

Illustrasi : Salah seorang warga saat mendapatkan suntik vaksinasi di gerai Summarecon Mal Bekasi. Gerai di SMB dibuka hingga 30 September mendatang. Istimewa/Radar Bekasi.

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Dalam rangka mengejar target vaksinasi yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Polres Metro Bekasi, membuka 202 gerai vaksinasi di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

Di mana, setiap daerah harus mencapai 70 persen tingkat vaksinasi dari jumlah penduduk yang ada. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan menjelaskan, dari 202 gerai ini ditargetkan  3.300 orang yang harus divaksin setiap harinya, dengan  memberdayakan relawan dan masyarakat yang peduli terhadap bangsa Indonesia untuk mengatasi Covid-19.


“Rata-rata setiap gerai, memiliki target sekitar 150 orang untuk divaksin perharinya,” kata Hendra kepada Radar Bekasi, belum lama ini.

Lanjutnya, dalam kegiatan vaksinasi merdeka ini, pihaknya bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT/RW, Komunitas, Ormas, dan yang lainnya. Tujuannya, untuk mengerahkan masyarakat masuk ke gerai-gerai vaksin yang disediakan. Dari 2,4 juta jiwa warga di Kabupaten Bekasi, maka yang harus divaksin minimal 1,7 juta untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity).


“Saat ini, baru 52,38 persen, masih ada 17,62 persen lagi yang harus kami vaksin. Untuk mencapai 70 persen, kami targetkan sampai akhir September, sesuai perintah Presiden. Rata-rata per hari, harus empat ribu, gabungan TNI/Polri dan Dinas Kesehatan (Dinkes),” bebernya.

Diakui Hendra, kendala saat melakukan vaksinasi, sejauh ini tidak begitu signifikan. Hanya masalah pendataan saja. Pasalnya, banyak juga masyarakat yang belum punya Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), maupun Kartu Keluarga (KK). Oleh karena itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Disdukcapil Kabupaten Bekasi.

Selain pihak kepolisian, tambah Hendra, TNI dan Dinkes, juga melaksanakan kegiatan vaksinasi. Termasuk pada malam hari.

“Kami sedang bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat, untuk melakukan vaksinasi di malam hari. Mungkin itu akan lebih banyak capaiannya, khususnya bagi para pekerja dan nelayan, petani,” ucap Hendra.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Bekasi, Masrikoh menuturkan, tingkat vaksinasi sampai saat ini, baru diangka 47 persen. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya vaksinasi.

“Yang sudah divaksin sampai saat ini, baru 47 persen, dari jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Meski demikian, menurut Masrikoh, angka 47 persen itu, karena belum semua warga yang sudah divaksin, terinput. Misalkan, pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh TNI/Polri. Oleh sebab itu, pihaknya masih terus melakukan penelusuran, berapa persen yang belum terinput. Karena memang, 47 persen itu, hasil dari Dinkes saja.

“47 persen ini hanya khusus Dinkes. Bisa jadi, ada yang tidak terinput. Sekarang kami masih menelusuri berapa persen yang manual. Termasuk berapa persen yang dilakukan oleh TNI/Polri,” terangnya.

Selain itu, untuk mempercepat proses vaksinasi, pihaknya juga membentuk tim. Nantinya, setiap tim yang terdiri lima orang tenaga kesehatan (nakes), akan turun ke satu titik, melakukan vaksinasi, bekerjasama dengan RT/RW, untuk mengarahkan warga. Masrikoh memastikan, tim ini khusus dari Dinkes, tidak berbarengan dengan Puskesmas.

“Targetnya, satu titik minimal 200 orang, yang terbentuk ada 13 tim. Kami memilih kecamatan yang penduduknya banyak, tapi cakupan vaksinasinya rendah,” tutupnya. (pra)