UNISMA Persiapan Kuliah Tatap Muka

VAKSINASI: Mahasiswa UNISMA Bekasi mengikuti vaksinasi, Senin (12/10). Kegiatan tersebut sebagai salah satu persiapan perkuliahan tatap muka yang akan dimulai pekan depan. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI
VAKSINASI: Mahasiswa UNISMA Bekasi mengikuti vaksinasi, Senin (12/10). Kegiatan tersebut sebagai salah satu persiapan perkuliahan tatap muka yang akan dimulai pekan depan. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Universitas Islam “45” (UNISMA) Bekasi menyelenggarakan vaksinasi Covid-19, Selasa (12/10). Kegiatan tersebut sebagai salah satu persiapan perkuliahan tatap muka yang akan dimulai pekan depan.

Vaksinasi ini menyasar sivitas akademika, baik mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan serta masyarakat sekitar perguruan tinggi swasta tersebut. Adapun jenis vaksin yang digunakan Pfizer dengan kuota 500 dosis.


Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bekasi ini menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai anjuran pemerintah.

Rektor UNISMA Bekasi Hermanto mengatakan, melihat perkembangan implementasi pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Kota Bekasi yang mengarah pada level dua, maka Unisma Bekasi perlu melakukan upaya penyesuaian layanan penyelenggaraan perkuliahan dalam bentuk pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).


“Berdasarkan surat edaran Ditjen Dikti, pemerintah telah merencanakan program PTMT untuk semester gasal tahun akademik. Tentunya UNISMA sangat menyambut baik keputusan ini,” ujarnya kepada Radar Bekasi Selasa, (12/10).

Menurutnya, UNISMA Bekasi akan menyelenggarakan perkuliahan tatap muka mulai 18 Oktober 2021. Melalui Surat Edaran Nomor: 257/UNISMA.RKT/X/2021, pada poin pelaksanaan, antara lain semua civitas akademika baik dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam keadaan sehat dan sudah mendapatkan vaksin.

Bagi yang belum mendapatkan vaksin, membuat surat pernyataan yang berisi keterangan bahwa yang bersangkutan belum mendapatkan kuota vaksin atau tidak bisa divaksin karena alasan tertentu atau komorbid.

“UNISMA akan melakukan PTMT pada 18 Oktober mendatang, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaannya. Salah satunya semua sivitas harus dalam keadaan sehat, seluruh sivitas melaksanakan SOP prokes yang sudah disusun satgas UNISMA yang salah satunya adalah sudah melakukan vaksin,” terangnya.

Dengan vaksinasi diharapkan melindungi tubuh dari virus. Dengan demikian, perkuliahan tatap muka dapat dilaksanakan dengan lancar.

Menurut Hermanto, semua pihak harus dapat beradaptasi dengan pandemi Covid-19. “Kondisi saat ini memaksa kita untuk beradaptasi, mau tidak mau, suka tidak suka, nyaman tidak nyaman kita semua harus beradaptasi dengan keadaan yang ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah menyebarkan link formulir kesedian perkuliahan tatap muka semester ganjil tahun akademik  2021/2022 kepada seluruh mahasiswa.

“Jika tidak bersedia, maka mahasiswa akan tetap melaksanakan PJJ, formulir ini masih tetap kami bagikan sampai dengan 14 Oktober,” ucapnya.

Adapun skema perkuliahan tatap muka akan dilaksanakan sebanyak delapan kali tatap muka selama satu semester dan sisanya delapan kali pertemuan secara daring. Kombinasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi dosen dalam menyelenggarakan pembelajaran. (dew/oke)