Pemohon Paspor Diprediksi Melonjak

RADARBEKASI.ID, BEKASI UTARA – Pemohon paspor untuk umrah diperkirakan bakal melonjak menyusul sudah adanya lampu hijau pelaksanaan ibadah umroh yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berdasarkan nota diplomatik Indonesia dengan Arab Saudi.

 Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Sarana Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I NonTPI Bekasi, Danis Paskah menyampaikan bahwa pihaknya tengah bersiap jika perjalanan ibadah umroh dipastikan mulai dibuka. Diantaranya adalah penambahan jumlah pegawai yang datang ke kantor atau Work From Office (WFO).


 

“Kemungkinan nanti untuk pegawai akan ditingkatkan dari 25 persen ke 50 persen,” katanya.


 Belum secara detail diperkirakan berapa besar jumlah pemohon paspor jika tanggal kepastian izin perjalanan ibadah umroh diumumkan. Namun, besar kemungkinan terjadi peningkatan yang signifikan.

 Sejauh ini calon jemaah umrah masih menahan diri, hal ini disebabkan lantaran belum ada kepastian izin perjalanan ibadah umroh dibuka. Sejauh ini hanya satu dua calon jemaah umroh yang mulai mengajukan permohonan paspor. “Kemungkinan akan terjadi lonjakan,” tambahnya.

 Saat waktunya tiba, ia menghimbau kepada calon jemaah umroh untuk melengkapi persyaratan permohonan paspor, diantaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), hingga Akte Lahir. Jika akte lahir tidak dimiliki oleh calon jemaah, bisa digantikan dengan dokumen lain seperti surat nikah atau ijazah.

 

Layanan kolektif bisa dimanfaatkan oleh calon jemaah umrah untuk membuat paspor dengan ketentuan calon jemaah mengumpulkan minimal 20 pemohon kemudian mendaftarkannya melalui website Kantor Imigrasi Kelas I NonTPI Bekasi.

 Sebelumnya, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, Sri Siagawati menyampaikan bahwa pihaknya juga masih menunggu keputusan resmi perjalanan umrah dibuka.

 Sampai dengan saat ini, ia belum mensosialisasikan hal ini kepada calon jemaah sebelum mendapat keputusan resmi. Pemberitahuan sementara ini baru disampaikan kepada perusahaan penyelenggara perjalanan umroh di Kota Bekasi untuk mempersiapkan diri.

 “Kita juga belum tahu berapa kuota yang akan diberikan Arab Saudi tiap bulannya berapa, kita berharap keputusan yang terbaik karena banyak jemaah umrah yang ingin kesana,” ungkapnya.

 Selama perjalanan ibadah umrah tidak dilaksanakan, hasil mitigasi Kemenag Kota Bekasi ada seribu jemaah tertunda keberangkatan umrohnya. Lebih lanjut, Kemenag Kota Bekasi juga masih menunggu ketentuan lebih lanjut termasuk batas usia jamaah yang diizinkan, beserta dengan kondisi kesehatannya. (sur)