Metropolis

57 Ribu Remaja Divaksinasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, vaksinasi untuk usia remaja berdasarkan catatan Faskes dan dari dashboard Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ada di 23,28 persen atau sebanyak 57.231 untuk Kota Bekasi.

 

“Ini berdasarkan Faskes ya. Itu sudah mencapai 23,28 persen atau 57.231 remaja yang sudah mendapatkan Vaksin di Kota Bekasi,” kata Tanti sapaan akrabnya kepada Radar Bekasi, Senin (18/10).

 

Kemudian, lanjut dia, data dashboard KPCPEN berdasarkan KTP, untuk usia remaja itu di 28,08 persen atau 69.034 jiwa lebih tinggi dari pada Faskes.

 

“Kalau untuk seluruh remaja inikan kita sedang koordinasi terus dengan Disdik. Belum lagi dari wilayah. Sehingga yang kami punya data sasarannya adalah berdasarkan keseluruhan penduduk yaitu 2,16 juta jiwa,” ucapnya.

 

Tetapi, ia mengaku, khusus untuk sasaran remaja NIK nya harus diambil terlebih dahulu dari masing-masing lini. Yakni dari sekolah dan dari wilayah harus di kumpulan. “Jadi baru hanya itu yang dapat kita sampaikan. Dari Dashboard Faskes dan KTP yang kita terima,” ujarnya.

 

Tanti menyampaikan, vaksinasi untuk remaja masih tetap berjalan. Sesuai instruksi bahwa Kota Bekasi harus mencapai 92 persen sampai akhir Oktober ini. Maka dari itu, Dinkes terus memaksimalkan pelayanan vaksinasi di berbagai wilayah.

 

“Memang harus semuanya turun. Baik pemerhati, organisasi kepemudaan, ormas, tokoh agama dan lainnya. Dan Selasa (19/10) kita mau ada penandatanganan kerjasama untuk mencapai Herd Immunity dengan 92 persen,” terangnya.

 

Dirinya juga menjelaskan, remaja yang telah divaksin itu mendapat jenis vaksin beragam seperti Astrazeneca, Pfizer, Sinovac, dan lainnya. Pada intinya, apapun vaksinnya tujuannya untuk menambah imun terhadap tubuh manusia.

 

“Kita juga mendengar dengan adanya gelombang ke 3 ini harus diantisipasi. Jadi ketua komite sudah mengambil langkah untuk mengantisipasi dengan sasaran Vaksin melebihi target dari Pusat. Alhamdulillah, kita yang terkonfirmasi dan kematian ada tetapi tidak banyak. Tetapi kita tetap antisipasi dan Prokesnya tetap diperketat agar tidak ada lagi glombang selanjutnya,” ungkapnya. (pay/one)

Related Articles

Back to top button