Bekasi

Dosis Dua Baru 56 Persen

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Kota Bekasi masih harus mengejar sekitar 300 ribu sasaran vaksin Covid-19 untuk mencapai target 92 persen sampai akhir bulan ini. Kemarin, tersisa empat hari menuju akhir bulan, sementara capaian vaksinasi masih di angka 72,18 persen.

Data awal pekan kemarin, capaian vaksinasi Kota Bekasi tercatat 72,18 persen atau 1,4 juta warga yang telah divaksin dosis pertama. Sedangkan dosis kedua sudah menginjak angka 56,11 persen, atau 1,1 juta warga telah menerima dosis kedua.

Penandatanganan MOU dilakukan bersama dengan pimpinan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda 19 Oktober lalu. Saat itu, capaian vaksinasi Kota Bekasi berada di angka 71 persen.

Untuk mencapai target 92 persen pada akhir bulan, maka diperlukan tambahan suntikan vaksin dosis satu kepada 399 ribu jiwa atau 19,82 persen dari capaian vaksinasi saat ini. Total sasaran vaksinasi Kota Bekasi sebanyak 2.016.006 jiwa.

“(Target) 92 persen, baru 72 persen lebih, harus optimis, kalaupun nanti seandainya belum memenuhi, kita nanti akan terus evaluasi apa kekurangannya,” terang Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Rabu (27/10).

Selama perjalanan vaksinasi dilakukan, ia meminta warganya tetap mentaati Protokol kesehatan dengan baik. Tidak hanya kepada warga yang belum menerima vaksin, penerapan Prokes ketat juga mesti dilakukan oleh warga yang telah menerima suntikan vaksin dosis satu maupun dosis dua, terlebih Presiden telah mewanti-wanti setiap daerah untuk berhati-hati.

Sebelumnya, beberapa cara sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk memilah dan mempercepat vaksinasi. Diantaranya menyediakan gerai vaksinasi di berbagai tempat, melakukan vaksinasi dengan cara door to door, hingga menempel stiker di rumah-rumah warga yang sudah divaksin.

“Itu kan kita nggak berenti-berenti, bahkan sekarang ini kan kita dalam rangka vaksin door to door, stikerisasi, menyampaikan juga bahwa seandainya (sudah) tervaksin pun juga kita harus tetap menggunakan Prokes,” tambahnya.

Ditengah berbagai upaya yang tengah dilakukan, data evaluasi pekan lalu menunjukkan kenaikan kasus, meskipun dinilai tidak signifikan atau dalam jumlah besar. Kenaikan temuan kasus positif diantaranya terjadi pada anak usia 5 sampai 19 tahun, termasuk ditemukan pada beberapa siswa Sekolah Menengah Atas ,dan Kejuruan (SMA/K).

Rahmat menyampaikan sampai dengan saat ini kenaikan jumlah kasus positif tidak dipicu oleh Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Situasi serupa juga disebut terjadi di beberapa daerah, tidak hanya terjadi di Kota Bekasi.

Uji klinik telah dilakukan kepada beberapa jenis vaksin untuk dapat diberikan kepada anak usia 5 sampai 11 tahun. Keputusan pemberian vaksin kepada anak dengan rentang usia tersebut saat ini menunggu hasil uji klinik.

“Langkah yang tepat, artinya vaksinasinya massal tidak (hanya usia) 12 ke Lansia. Karena anak dari (usia) 12 ke bawah itu kan rawan, kecuali anak kecil itu bebas, gak kena, artinya perlu,” sambung Rahmat.

Sebelumnya, Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman mengingatkan kewaspadaan terhadap ancaman gelombang ketiga. Pemerintah diminta untuk memperluas cakupan vaksinasi dosis lengkap kepada sebanyak-banyaknya masyarakat.(mif/sur)

Related Articles

Back to top button