Cikarang

Sadis, Kepala Istri Dipukul Gas Melon

RADARBEKASI.ID, JATISAMPURNA – Entah apa yang ada di dalam pikiran H (30), yang tega memukul kepala istrinya N (25) menggunakan gas ukuran 3 kg hingga tewas. Ironisnya, aksinya dilakukan saat istrinya sedang tidur di samping anaknya. Peristiwa ini diketahui oleh tetangga dekat rumah saat mendapati N tergeletak di tempat tidur dengan kondisi kepala dan bantal berlumuran darah, Rabu (27/10) dini hari.

Peristiwa tidak terduga ini menggegerkan warga RT 05/09 Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Tetangga sekitar tidak menduga H melakukan perbuatan tega itu kepada istrinya. Padahal. akhir pekan kemarin H ikut kerja bakti di Mushola yang tidak jauh dari rumahnya.

Setelah kejadian, suami korban melarikan diri dan belum ditemukan, keluarga H pun tidak mengetahui keberadaannya saat ini. Kendaraan roda dua milik H ditinggal di rumah, ia menghilang tanpa membawa kendaraan.

“Setelah kejadian itu sempat WA juga ke tetangga kalo posisinya di Tangerang, itu jam 3 pagi (WA) ke warga kita,” kata Ketua RT setempat, Alvi Armas, Rabu (27/10).

Dua anak hasil perkawinan korban dan terduga pelaku masing-masing berusia lima dan dua tahun, saat ini kedua anak tersebut bersama dengan tetangga sekitar. Anak pertama korban sempat berbincang dengan warga usai kejadian, dari keterangannya tidak ada keributan antara kedua orang tuanya sebelum kejadian, terbangun saat ibunya dipukul dan telah bersimbah darah.

Belakangan diketahui H sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), warga sekitar sebelum kejadian ini mengaku tidak mengetahui situasi kejiwaan pelaku. Bahkan, warga menilai perilaku H selama ini dinilai baik kepada warga sekitar, serta tidak menemukan perilaku aneh.

“Tidak ada tingkah laku yang aneh, kalau di dalam rumah itu memang sering ribut cekcok gitu. Di dalam rumah keterangan istri waktu masih hidup itu cerita dengan warga (suaminya) suka ngobrol sendiri, cerita sendiri,” tambahnya.

Ekonomi keluarga H dan N selama ini ditopang oleh sang istri yang sehari-hari bekerja mengumpulkan barang-barang bekas. Selama ini kesaksian warga, H tidak bekerja. Beberapa waktu belakangan H tinggal bersama dengan keluarganya di Cipayung, Jakarta.

Ketika sesekali datang untuk berjumpa dengan N dan anak-anaknya, H dijauhkan oleh keluarga dari istrinya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Informasi yang didapat oleh pengurus RT, keluarga H kecolongan, H meninggalkan rumah untuk menemui istri dan anak-anaknya Minggu (24/10) kemarin.

Di hari kejadian, H rencananya akan dijemput paksa oleh keluarganya untuk tinggal di Jakarta.”Ultimatum keluarganya itu kalau tidak mau dijemput silahkan lapor ke RT ke RW, dijemput paksa untuk dijauhkan dari istrinya,” tukasnya.

Hingga kemarin malam, pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku. Luka yang diderita oleh korban hanya di bagian kepala, dugaan sementara korban dipukul menggunakan gas ukuran 3 kg pada saat tertidur.

“Nah semalam itu dia pergi ke rumah istrinya, nggak tahu ada problem apa, begitu kejadiannya. Dia pukul istrinya dengan tabung gas, akhirnya meninggal, itu kronologi nya,” terang Kanit Reskrim Polsek Jatisampurna, Iptu Valerij Lekahena.

Pihak kepolisian akan melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan H, hal ini dilakukan untuk memastikan informasi yang diterima polisi mengenai kondisi kejiwaan H. Ia membenarkan informasi yang diperoleh bahwa H baru saja selesai menjalani perawatan di RSJ 10 hari yang lalu.

“Paling utama sebelum kita proses, kita cek kejiwaannya dulu, sesuai informasi yang kita terima dari keluarga,” tukasnya.

Pihak kepolisian masih mendalami motif peristiwa ini terjadi, juga melakukan pencarian terhadap terduga pelaku untuk mencari titik terang. Sore pada hari kejadian, N dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta. (Sur)

Related Articles

Back to top button