Bekasi

Waspada Wilayah Langganan Banjir

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Pemerintah dan masyarakat Kota Bekasi mulai bersiap menghadapi potensi bencana banjir pada musim penghujan kali ini, persiapan terutama dilakukan oleh warga di daerah langganan banjir. Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang selama sepekan mendatang, wilayah Jawa Barat termasuk dalam kategori siaga banjir dan banjir bandang.

 

Akhir-akhir ini Kota Bekasi telah diguyur hujan beberapa kali, sejumlah wilayah juga telah merasakan dampak banjir. Terakhir kemarin, sejumlah wilayah tergenang air mulai dari lima hingga 60 cm, salah satu jalan bahkan terpaksa tidak bisa dilalui kendaraan lantaran genangan air cukup tinggi.

 

Sementara pada akhir pekan lalu, tercatat lima titik genangan air di Kota Bekasi, ketinggian air sampai dengan satu meter. Mengawali musim penghujan kali ini, sejumlah kepala keluarga harus mengungsi ke tempat lebih aman.

 

Belum berubah dari kondisi sebelumnya, total ada enam wilayah kecamatan dan 15 perumahan menjadi daerah rawan banjir. Salah satu faktor yang melatarbelakangi wilayah tersebut menjadi langganan banjir adalah berada di sepanjang aliran kali, ditambah dengan kiriman air bagi wilayah di sepanjang Kali Bekasi.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Enung Nurcholis mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan potensi bencana serta meminta warga untuk mengantisipasi potensi banjir di wilayahnya masing-masing.

 

Petugas sudah bersiaga di tiap kecamatan untuk mengantisipasi terjadinya banjir, berikut dengan mempersiapkan perahu karet. Total ada 90 personil dan 40 perahu siaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

 

“Sudah siap siaga kita, kita sudah apel, sudah meminta antisipasi kepada warga, kepada kelurahan, dan kecamatan juga sudah. Di beberapa titik kita sudah simpan perahu,” paparnya.

 

Titik-titik lokasi rawan banjir sama dengan sebelum-sebelumnya, terutama di beberapa perumahan yang menjadi kerap dilanda banjir cukup tinggi seperti Pondok Gede Permai (PGP), Kemang Ifi, Villa Jatirasa, Nasio, dan PML.

 

Khusus untuk wilayah perumahan PGP, dikhawatirkan banjir terjadi jika menerima kiriman air dalam jumlah besar dari kawasan Bogor, terlebih ada titik tanggul yang sebelumnya jebol.”Di PGP itu kan sedang ada pekerjaan turap sebetulnya, jadi ada yang jebol, makanya dikhawatirkan intensitas (hujan) di daerah hulunya tinggi,” tambahnya.

 

Pantauan Radar Bekasi di lokasi tanggul yang Jebol pada musim penghujan sebelumnya, nampak masih menggunakan tanggul darurat menggunakan bronjong, belum dibangun tanggul permanen di lokasi tersebut. Pada saat Tinggi Muka Air (TMA) Kali Cileungsi berada di posisi 350 cm akhir pekan kemarin, air masuk wilayah pemukiman warga PGP dengan ketinggian 20 cm sesampainya di Kali Bekasi.

 

“Sebetulnya kemarin hari Minggu ada kiriman dari Cileungsi 350 permukaan airnya itu udah was-was banget warga PGP,” ungkap warga PGP, Tarto.

 

Warga mengaku khawatir saat memasuki musim penghujan, terutama pada saat tanggul permanen belum dibangun. Bagi warga yang memiliki rumah dua lantai, mereka memindahkan perabotan dan barang berharga ke lantai dua rumahnya.

 

Siang kemarin, informasi yang didapatkan ketinggian air di Cileungsi 250 cm, diprediksi air sampai Kali Bekasi pukul 18:00 WIB. Datangnya air dipastikan masuk di pemukiman warga, tepat di depan rumahnya akibat rembesan di area tanggul sementara yang telah berdiri.

 

“Pada kejadian malam Minggu kemarin, barang-barang sudah kita naikkan, mobil juga belum dibawa pulang, masih (di parkir di gedung) BNPB,” tukasnya.

 

Hujan kembali mengguyur Kota Bekasi Senin (1/11) siang kemarin dengan intensitas sedang, banjir melanda beberapa kawasan. Salah satunya Perumahan Narogong, ketinggian air diperkirakan 40 hingga 60 cm ini membuat jalan perumahan sulit dilalui kendaraan bermotor.

 

Air mulai menggenang pukul 13:00 WIB, wilayah perumahan ini menjadi salah satu daerah langganan banjir di Kota Bekasi. Biasanya, genangan air membutuhkan waktu hingga tiga jam untuk surut.

 

“Kalau sekarang jam 3, paling baru surut sekitar Maghrib (pukul 18:00 WIB), kira-kira tiga jam lah baru surut,” ungkap salah satu warga, Sulaiman.

 

Terpisah, BMKG memprediksi potensi hujan dengan intensitas hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang selama sepekan sejak akhir bulan kemarin terjadi di 33 wilayah provinsi. Hal ini berdasarkan hasil monitor kondisi cuaca, dimana terdapat potensi signifikansi dinamika atmosfer yang berdampak pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Barat.

 

“Potensi curah hujan dengan intensitas sedang sampai lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang untuk periode 31 Oktober sampai 6 November 2021,” ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto.

 

Ia meminta warga dan pemerintah daerah mempersiapkan semua hal termasuk edukasi mengenai pencegahan dan pengurangan resiko bencana pada musim penghujan. (Sur)

 

Related Articles

Back to top button