Pendidikan

Biasakan Diri dengan Teknologi dalam Pembelajaran

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Menjadi mahasiswa di masa pandemi Covid-19 membuat Siti Rahmah Fitriani harus membiasakan diri dengan teknologi dalam pembelajaran. Sebab, perkuliahan dilaksanakan dengan jarak jauh guna menghindari risiko penyebaran virus.

Mahasiswa program studi Akuntansi Universitas Bina Insani ini mengaku sempat kesulitan untuk beradaptasi dengan proses pembelajaran pendidikan barunya.

“Saat pandemi saya merupakan salah satu mahasiswa baru yang memang saat itu tidak boleh adanya perkuliahan tatap muka. Jadi membuat saya banyak belajar dan beradaptasi untuk pendidikan baru saya saat itu,” ungkap mahasiswa yang cukup akrab disapa Siti ini.

Video rekaman dosen menjadi metode pembelajaran yang akrab bagi dirinya. Selain itu, beberapa media digunakan dalam pembelajaran Youtube, website, Instagram dan Tiktok digunakan sebagai pelengkapnya.

“Dari awal saya masuk kuliah sudah harus belajar melalui pembelajaran daring lewat zoom dan video rekaman dari dosen. Hal itu menjadi tantangan bagi semua mahasiswa, apalagi seperti saya yang betul-betul belum pernah mengalami masa kuliah,” ucap mahasiswa berusia 20 tahun ini.

Meskipun merasa sedih karena tidak bisa melakukan tatap muka saat itu, namun saat ini banyak hal yang bisa dirasakan ketika harus mengikuti metode pembelajaran secara daring.

Pengembangan diri dan memperluas relasi menjadi tujuannya sebagai seorang mahasiswa. Selain itu mempertahankan IPK dengan nilai yang terbaik adalah targetnya setiap semester.

“Simple di new normal ini aku akan tetap mempertahankan pembelajaran dengan metode ini, karena menurut aku negara kita ini akan terus maju di era digitalisasi yang apa-apa nya pasti tertuju pada digitalisasi. Dan tentunya saya ingin menikmati masa-masa saya sebagai seorang mahasiswa,” tuturnya.

Ia berharap semua generasi muda dapat berpikir yang sama seperti pikirannya saat ini. Yaitu mendukung era digitalisasi 4.0 dengan metode pembelajaran daring.

“Saya berharap generasi muda saat ini bisa berpikir yang sama. Yaitu bisa mencari ilmu seluas-luasnya melalui media digital, karena perkembangan digitalisasi akan menjadi sebuah hal yang akrab untuk kita nanti,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button