Cikarang

Siswa-Siswi Diajarkan Kelola Lingkungan

RADARBEKASI.ID, MUARAGEMBONG – Laboratorium Teknik Mengapung (Labtek Apung), membuat kegiatan dengan tema “Labtek Apung di Hilir Citarum”. Kegiatan yang berlangsung di Eretan Penyeberangan Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong ini, diikuti oleh 40 siswa-siswi dari kelas 4 hingga 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pantai Bakti 02.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat memahami istilah ilmiah seperti kekeruhan, keasaman, mikroba patogen, dan kontaminan material dengan bahasa mereka sendiri. Labtek Apung atau Floating-Tech Lab, adalah kolaborasi eksperimental, dengan metode prototyping, seperti mengukur kualitas air, memetakan ruang, dan melakukan tes sensorik (visual dan penciuman),” kata perwakilan Labtek Apung, Novita Anggraini, Selasa (2/11).

Ia menyampaikan, seluruh elemen masyarakat, dapat berperan aktif dalam pengembangan pengetahuan pengelolaan lingkungan yang semakin baik, salah satunya melalui program pengenalan ilmu pengetahuan kepada warga, atau disebut citizen science dari Labtek Apung.

Sementara itu, Sejarawan, Arie Prabowo menjelaskan, Citarum adalah Sungai Purba yang memiliki nilai sejarah panjang, peradaban demi peradaban terjadi dari sungai ini, bukan hanya untuk Bekasi saja, namun mewakili wilayah Jawa Barat. Oleh karena itu, kelestarian Sungai Citarum harus dijaga, terutama oleh masyarakat sekitar.

“Sudah semestinya masyarakat lokal dapat berperan aktif untuk menjaga kelestarian Sungai Citarum. Dari kolaborasi ini, masyarakat bisa mengetahui Sungai Citarum dari berbagai sudut pandang keilmuan,” terang Arie.

Menyikapi itu, Ketua Komite SDN Pantai Bakti 02, Rino Efendi menilai, kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Laptek Apung ini, sangat bermanfaat untuk siswa-siswi SDN Pantai Bakti 02, yang mana letak sekolahnya berada di pesisir pantai yang dikelilingi oleh Sungai Citarum.

“Jadi, para siswa-siswi SDN Pantai Bakti 02, bisa mengerti dan mempraktekkan jika Sungai Citarum tercemar. Dengan peran aktif dari Labtek Apung, sangat berguna dalam dunia pendidikan lingkungan,” ucap Rino.

Pada kegiatan kali ini, Labtek apung tidak sendiri, namun mencoba untuk berkolaborasi dengan para pegiat lain, yaitu kelas Jurnalis Cilik dari pesisir Cilincing, yang memberikan materi “Merekam Citarum Sejak Dini (Membingkai Imaji)” melalui tiga anak kecil, dan para mentornya. Termasuk pemberian materi lainnya dari Kak Ony, selaku pendongeng dari Ayo Dongeng Indonesia, dengan judul “Rumahku Tanpa Jamban”. (pra)

Related Articles

Back to top button