Metropolis

Ribuan Reklame Tak Berizin

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi mendata sampai dengan akhir September lalu ada ribuan reklame tak berizin di Kota Bekasi. Ribuan reklame tersebut tengah dalam proses penindakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Sepanjang tahun ini, ada 168 reklame sudah ditebang oleh Pemkot Bekasi lantaran tidak memperpanjang izin.

Catatan Bapenda Kota Bekasi tahun 2020 lalu, ada total 8.389 reklame. Hasil pendataan pada akhir September lalu, ada 6.734 reklame yang berizin, 1.655 reklame lain tidak berizin, salah satunya lantaran izin reklame sudah habis.

Terhadap ribuan reklame tak berizin ini, sudah diterbitkan surat pemberitahuan. Selebihnya dalam proses pembongkaran jika tidak bersedia memperpanjang izin. Evaluasi selama ini dilakukan oleh Bapenda bersama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), petugas di tingkat kecamatan, serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.

“Tebang menebang setiap hari jalan terus, kan UPTD bersinergi dengan UPTD BMSDA di lapangan. Yang sudah dibongkar (tahun ini) ada 168 oleh petugas, yang sudah habis masa izinnya dan siap mengurus izin ada 422,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Bapenda Kota Bekasi, Ratim, Kamis (4/11).

Reklame merupakan salah satu komponen pendapatan asli daerah bagi Kota Bekasi. Pajak reklame didapat dari reklame yang terdaftar atau mendapatkan izin berdiri di Kota Bekasi.

Tahun ini, target pajak reklame Rp 63 miliar, tersisa 20 persen pajak reklame yang harus dipenuhi sampai dengan akhir tahun ini. Target tahun ini lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 48 miliar dan tercapai target.

“Sampai akhir Oktober sudah 78,68 persen, makanya saya optimis sampai akhir tahun bisa tercapai,” tambahnya. (sur)

Related Articles

Back to top button