Bekasi

Kesulitan Cari Sasaran Vaksin

Data Kependudukan Tidak Sinkron

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengaku, saat ini kesulitan menemukan sasaran vaksin covid -19. Alasannya, selain capaian vaksinasi sudah menyentuh 90 persen di 10 lingkungan kecamatan, ada 8 persen data kependudukan tidak valid. Dilakukan konsolidasi data atau verifikasi faktual di tingkat RT dan RW mencari keberadaan masyarakat sesuai domisili pada dokumen kependudukan mereka.

 

Jumlah penduduk Kota Bekasi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi semester satu tahun 2020 sebanyak 2,4 juta penduduk, sementara data hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi tahun 2020 menghasilkan 2,5 juta penduduk Kota Bekasi. Data kependudukan pada Disdukcapil digunakan sebagai basis data menentukan jumlah sasaran vaksinasi di Kota Bekasi.

 

Secara keseluruhan untuk mencapai Herd Immunity atau kekebalan kelompok, Kota Bekasi musti memvaksin 2,016 juta penduduknya, sama dengan 81,7 persen dari jumlah penduduk menurut catatan Disdukcapil. Saat ini, Kota Bekasi mengaku mulai kesulitan mencapai Herd Immunity, setiap kecamatan diprediksi maksimal memvaksin 92 persen warganya, delapan persen sisanya adalah data kotor.

 

“Batas maksimal (vaksinasi) warga kita tidak 100 persen, 92 persen. Karena itu masih ada data (kependudukan) konsolidasi yang belum valid,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (8/11).

 

Capaian vaksinasi berdasarkan KTP Kota Bekasi sampai dengan tanggal 7 November kemarin, dosis satu sudah diterima oleh 1,6 juta penduduk atau 79,98 persen, dosis dua sudah diterima oleh 1,2 juta penduduk atau 63,88 persen. Sedangkan berdasarkan Fasilitas Kesehatan (Faskes), 1,4 juta dosis kesatu sudah disuntikkan di Kota Bekasi atau 73,69 persen, sedangkan dosis dua sudah disuntikkan kepada 1,2 juta orang atau 60,21 persen.

 

Total capaian vaksin belum mencapai target sasaran sebesar 81,7 persen populasi. Namun, Rahmat meyakini capaian vaksinasi sudah menyentuh Herd Immunity saat mayoritas lingkungan kecamatan sudah di angka 90 persen.

 

“Bukan masalah nggak tercapai (target 92 persen), ini kan persoalan keengganan, ini kan tinggal kecil, susah,” tambahnya.

 

Meskipun telah menggunakan strategi mengunjungi warganya dari rumah ke rumah hingga memberikan tanda berupa stiker di tiap rumah, capaian vaksinasi per hari relatif kecil, nyaris hanya 2 ribu sampai 2,5 ribu dosis yang bisa disuntikkan.

 

Dalam waktu dekat, Rahmat berencana mengumpulkan masing-masing satu kepala Puskesmas di tiap kecamatan untuk mencari jalan lain memvaksin seluruh target sasaran yang telah ditetapkan. Disamping itu, melanjutkan konsolidasi data kependudukan.”Keberadaan data bersihnya itu loh, jangan kita data kotornya lebih dari 8 persen yang kita perkirakan,” tukasnya.

 

Senada, Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufik Hidayat menyampaikan bahwa hasil konsolidasi data sementara pada semester satu tahun ini sebanyak 8 persen data kependudukan kotor.”Perhitungan rata-rata se Kota Bekasi ada sekitar 8 persen, Jumduk yang ternyata mereka hanya berNIK Kota Bekasi, tapi sudah tidak tinggal dan meninggal,” paparnya.

 

Pihaknya mencatat pada semester satu tahun ini ada 2,4 juta penduduk di berNIK Kota Bekasi. Mereka adalah penduduk yang telah meninggal dunia atau tidak lagi berdomisili di Kota Bekasi, namun keluarga atau yang bersangkutan tidak memperbarui administrasi kependudukan.

 

Sementara untuk melakukan operasi Yustisi, Taufik menyampaikan Disdukcapil sudah tidak memiliki landasan memaksa. Sementara sesuai dengan Undang-undang (UU) nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, warga yang telah pindah tempat tinggal selama satu tahun wajib pindah administrasi kependudukannya.

 

Saat ini validasi data dilakukan mulai dari tingkat RT dan RW, dengan cara ini akan diketahui penduduk yang sudah tidak berdomisili di Kota Bekasi, dapat dipisahkan dari target pelayanan Pemkot Bekasi. Verifikasi faktual ini tengah dilakukan.”Iya (sedang dilakukan), sudah beberapa kecamatan menyampaikan hasil BA (berita acara) nya. Makanya kami bisa mengukur rata-rata 8 persen,” tambahnya. (mif/sur)

Related Articles

Back to top button