Berita UtamaPolitik

Membentuk Pemuda Berdaya Saing dan Kompetitif

Komarudin, Anggota Fraksi Golkar Persatuan DPRD Kota Bekasi

FOTO BERSAMA : Anggota Fraksi Golkar Persatuan DPRD Kota Bekasi Komarudin, saat foto bersama dengan warga dan pemuda. Dia mengaku akan membentuk pemuda berdaya saing.

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  Memberikan ruang dan akses terbuka kepada anak muda, menjadi salah satu program kerja yang dimiliki Anggota Fraksi Golkar Persatuan DPRD Kota Bekasi, Komarudin. Wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) III Bantar Gebang, Mustika Jaya, dan Rawalumbu ini mengaku akan terus mendorong pemerintah agar memberikan stimulus kepada anak muda dengan program yang tepat sasaran dan tepat guna.

“Anak muda atau kaum milenial ini sangat diharapkan kontribusinya demi menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks. Terutama, di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda bangsa Indonesia, termasuk Kota Bekasi. Untuk itu, mereka harus punya cita-cita, dan punya tujuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Cita-cita itu, tidak sebatas wacana. Namun harus diwujudkan dalam karya masing-masing, dalam bentuk apapun,” kata Komar, sapaan akrabnya.

Komarudin, Anggota Fraksi Golkar Persatuan DPRD Kota Bekasi

“Jadi, hal ini yang mendorong saya supaya pemerintah bisa memberikan stimulus buat anak-anak muda, melalui program-program yang membangun kreatifitas dan kapasitas mereka secara tepat sasaran dan tepat guna sesuai bidangnya masing-masing,” sambung politisi Golkar ini.

Dia yakin kedepan nanti akan terus bermunculan para pemuda yang memiliki kompetensi unggul, berdaya saing, adaptif serta mampu untuk membaca peluang, sehingga semua karya dan kreatifitasnya mampu secara optimal dikembangkan. Selain itu, untuk memberikan wadah kepada mereka juga mendorong agar terciptanya tempat, dan lokasi keren kepada pemuda buat pengembangan, dan menggali potensi kebudayaannya.

JARING ASPIRASI : Anggota Fraksi Golkar Persatuan DPRD Kota Bekasi Komarudin, saat menjaring aspirasi melalui kegiatan reses.

“Jadi, tempat nongkrong menjadi ruang bagi kalangan muda untuk mengaktualisasikan dirinya. Dan ini bukan hanya sok gaya-gayaan tetapi juga jadi ruang pembelajaran, karena belajar itu bisa di mana saja, dan kapan saja, serta dengan siapa saja. Mereka butuh situasi yang berbeda dengan sekolah yang membuat anak-anak ini mengoptimalkan potensinya,” ungkapnya.

“Jadi, tempat nongkrong itu kita fasilitasi ke mereka untuk tujuan yang positif, karena dari situ mereka bisa mengerjakan tugas sambil tertawa riang atau kadang sambil leyeh-leyeh ketika rasa penat menghampiri,” pungkasnya. (mhf/adv)

Related Articles

Back to top button