Pendidikan

Buat Aplikasi Down Syndrome

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Siswa SMAN 10 Kota Bekasi bernama lengkap Shabrina Azzalia ini mengikuti kompetisi Indonesia Inventors Day (IID). Dalam ajang penelitian itu, pelajar berusia 16 tahun ini bersama timnya di sekolah membuat aplikasi kelainan kromosom trisomi 21 atau down syndrome.

Shabrina-begitu ia disapa- menjelaskan, aplikasi yang dibuat seperti Halodoc. Bedanya, fitur dikhususkan untuk anak-anak penderita down syndrome atau kelainan genetik yang menyebabkan penderitanya memiliki tingkat kecerdasan yang rendah, dan kelainan fisik yang khas.

“Contohnya, kami memiliki fitur mengenai info SLB, poli tumbuh kembang, sampai ke rangkaian terapi yang perlu dijalani anak-anak dengan kelainan tersebut,” tuturnya.

Aplikasi tersebut dibuat karena ketertarikannya dengan kelainan-kelainan kromosom. Aplikasi yang dibuat diharapkan dapat membantu orang tua yang memiliki anak down syndrome sekaligus mengedukasi masyarakat.

“Pertama, saya pribadi sudah lama tertarik dengan kelainan kelainan kromosom, sehingga kita harap aplikasi ini dapat bermanfaat untuk banyak orang,” katanya.

Aplikasi down syndrome sudah dirancang sejak Agustus 2021. Rencananya pada 26 November 2021, dirinya bersama dengan tim akan berangkat menuju Bali untuk mempresentasikan hasil penelitiannya tersebut.

“Tim saya terpilih melalui seleksi dengan peserta dari berbagai negara dan event ini diadakan secara offline dan daring. Jadi hanya peserta dari Indonesia yang mengikuti ajang ini secara offline di Bali dan sekolah kami salah satunya,” ucapnya.

Hingga kini, beberapa persiapan saat ini sedang dilakukan seperti, materi, properti dan mental yang cukup untuk bisa mempresentasikan hasil karyanya.

“Tentu berbagai kesiapan sedang kami lakukan untuk menuju ke Bali. Kami ingin penelitian kami bisa membuahkan hasil yang baik,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Back to top button