Politik

Dorong Kampung KB sebagai Program Ketahanan dan Keluarga Berkualitas

Eka Widyani Latief, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS

RADARBEKASI, RAWALUMBU-Anggota DPRD Kota Bekasi Eka Widyani Latief mengungkapkan kehadiran Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kota Bekasi layak untuk diduplikasi sebanyak-banyaknya. Sebabnya, program ini memberdayakan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Anggota Komisi 1 ini mengaku, siap untuk mendorong Kampung KB menjadi program lintas sektoral di Kota Bekasi. “Kampung KB ini jangan sekedar berpikir terdiri dari keluarga kecil yang hanya punya dua anak. Tapi lebih dari itu memberdayakan dan mensejahterakan keluarga. Karena itu harus juga melibatkan semua sektor, baik pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, kebersihan dan lain sebagainya,” papar anggota dewan yang juga sarjana kesehatan masyarakat ini.

SOSIALISASI KAMPUNG KB: Anggota DPRD Kota Bekasi Eka Widyani Latief (tengah) sebagai narasumber di Kampung KB Bojong Rawalumbu, Rawalumbu, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh kata Eka lagi, Kampung KB harus menjadi senjata pamungkas bagi pemda untuk mengatasi masalah kependudukan, terutama di wilayah-wilayah yang tidak tersentuh/terjangkau. “Intinya, Kampung KB ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung, dan mewujudkan keluarga berkualitas,” imbuhnya.

“Saya mendorong Kampung KB ini hadir di tingkat RW, bukan sekedar ada di tingkat kelurahan,” tambah dewan dari Dapil Mustikajaya, Rawalumbu dan Bantargebang ini.

Program Kampung KB secara nasional dicanangkan pada 2016 lalu. Di Kota Bekasi pencanangan Kampung KB berlangsung sejak 2017 lalu di 12 kelurahan dari 12 kecamatan se-Kota Bekasi.

Kampung KB merupakan wilayah yang memiliki kriteria tertentu, terdapat keterpaduan antara program kependudukan, dan keluarga yang dilaksanakan secara sistematis. Tujuannya meningkatkan akselerasi pada program pembangunan, ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

“Nah, untuk meningkatkan kualitas keluarga dapat ditempuh dengan menjalankan delapan fungsi keluarga, yaitu agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial, pendidikan dan pembinaan lingkungan,” pungkas Eka. (zar/adv)

Related Articles

Back to top button