Bekasi

Sebaran Kasus di November Menyusut

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Jumlah sebaran kasus Covid-19 bulan ini menjadi kabar baik di Kota Bekasi jika dibandingkan bulan Oktober lalu, meski demikian temuan kasus baru dewasa ini masih bergerak fluktuatif dan didominasi oleh usia produktif. Awal bulan November, kasus terkonfirmasi Covid-19 tersebar hingga di 14 kelurahan, sebaran kasus menurun pada pertengahan bulan ini.

 

Akhir pekan kemarin, catatan kasus aktif sebanyak 10 kasus, konsisten 0,01 persen dari total jumlah kasus terkonfirmasi sejak pekan lalu. Namun, empat pasien pekan ini kembali harus dirawat di RS.

 

Sebaran kasus aktif semakin menyempit bulan November ini, meski pada tanggal 4 November lalu kasus tersebar di 14 lingkungan kelurahan, lebih banyak dibandingkan akhir bulan Oktober sebanyak 12 lingkungan kelurahan.

 

“Kasus aktif terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 10 orang, tersebar di 7 kelurahan. Tujuh hari terakhir kecenderungan jumlah kasus maupun sebaran wilayah menurun dibandingkan tujuh hari sebelumnya,” ungkap Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi, Rahmat Effendi dalam keterangan tertulis.

 

Total kasus aktif saat ini tercatat sebanyak 86.041 kasus, jumlah kasus beberapa pekan terakhir masih didominasi oleh usia produktif dibandingkan anak dan Lansia. Dari 34 kasus yang ditemukan sepekan terakhir, jumlah terbesar 14 kasus pada usia 20 sampai dengan 49 tahun.

 

Sejauh ini upaya preventif dan promotif masih dilakukan untuk menangani kasus, meskipun Rahmat telah mengurangi jumlah relawan yang bertugas di lapangan setiap hari pada awal pekan kemarin. Sejauh ini upaya yang masih dilakukan diantaranya pemantauan pasien isolasi mandiri, pelayanan medis sesuai kebutuhan pasien, hingga bantuan lain oleh empat pilar di masing-masing wilayah.

 

Testing dan tracing sepekan ini dilakukan kepada 936 sampel, 410 berstatus suspek, 30 berstatus probable, serta 496 berstatus kontak erat.

 

“Dibutuhkan komitmen kerjasama dan fokus dengan tindakan cepat dan tepat untuk pemutusan rantai penularan dalam keluarga, lingkungan, komunitas, teman sepermainan, pekerjaan dan masyarakat lebih luas,” tambahnya.

 

Vaksinasi untuk memutus penularan dan meminimalisir resiko fatal tetap dilakukan, belakangan tercatat capaian vaksinasi Kota Bekasi menyentuh 74,24 persen untuk dosis pertama, sementara dosis kedua menyentuh 61,74 persen. Pemerintah Kota Bekasi tetap menargetkan vaksinasi rampung akhir tahun ini.

 

Masyarakat Kota Bekasi diminta segera melengkapi suntikan vaksinnya, bagi mereka yang sampai dengan saat ini masih menerima dosis pertama.

 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto saat mendatangi lokasi vaksinasi di salah satu sekolah tinggi di Kota Bekasi.”Demi memutus mata rantai Covid-19 dan terbentuknya herd immunity di Kota Bekasi,” ungkap Tri belum lama ini. (mif/Sur)

Related Articles

Back to top button