Cikarang

Aliansi BBM Ancam Aksi Besar-besaran

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM), berencana untuk mengadakan aksi demonstrasi lanjutan dengan skala besar-besaran pada 25 November 2021 mendatang.

Hal itu dilakukan, untuk menuntut janji Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki, yang akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang Upah Minimum (UM), dan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Wakil Koordinator Aliansi BBM, Sarino menyampaikan, para buruh akan menuntut soal UM, dan UMK 2022. Kata dia, , Bupati Bekasi sudah berjanji kepada para buruh, akan mengeluarkan SK tentang UM, dan UMK Bekasi tahun 2022.

“Kami akan menuntut soal UM, dan UMK 2022 tersebut,” ujarnya kepada Radar Bekasi, kemarin.

Sarino menegaskan, aksi yang akan dilakukan pada tanggal 25 November 2021 mendatang, berbeda dengan sebelumnya. Di mana, para buruh akan berupaya melakukan perlawanan. Akan tetapi, dalam menyampaikan aspirasi itu sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dia menilai, Indonesia merdeka karena melakukan perlawanan, kekuasaan Orde Baru runtuh dengan huru-hara. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan itu, tapi sesuai prosedur hukum.

Lanjut Sarino, para buruh juga akan mengadakan aksi secara ampar-amparan, sebagai aksi yang tidak terpusat. Jadi, sebanyak 10.000 massa buruh, tidak kumpul secara terpusat, tetapi menyebar di tiap kawasan. Sementara ini, massa aliansi BBM akan mengawal rapat Dewan Pengupahan Kabupaten (Depekab) Bekasi.

“Kami akan melakukan aksi serempak di Kabupaten-Kota Bekasi, bukan pawai. Semua buruh akan keluar dari pabrik,” bebernya.

Sarino memastikan, pihaknya juga melakukan aksi sweeping di lingkungan pabrik, sesuai surat pemberitahuan. Sweeping yang dimaksud, adalah menghampiri satu per satu pabrik untuk mengajak para pekerja di pabrik agar mengikuti aksi besar-besaran.

“Kami melakukan sweeping di lingkungan pabrik, sesuai surat pemberitahuan. Alur aksi dan rute jelas di mana,” ucapnya. (pra)

Related Articles

Back to top button