Cikarang

Pria Paruh Baya Ditemukan Membusuk Dalam Rumah

RADARBEKASI.ID, SUKATANI – Seorang pria paruh baya, ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi membusuk dalam rumahnya, di Kampung Bedeng, Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Minggu (21/11).

Jasad korban yang diketahui bernama Hendry Tampubolon (50), pertama kali ditemukan warga, yang curiga dari dalam rumah korban tercium aroma busuk yang menyengat. Bahkan sudah tiga hari terakhir, korban tidak lagi terlihat di rumah tersebut.

Karena curiga, warga bersama aparatur desa setempat, memberanikan diri membuka pintu rumah korban yang terkunci dari dalam. Alhasil, warga menemukan jasad pria paruh baya itu tergeletak dengan posisi telentang, dan sudah membusuk.

“Awalnya, ada tukang tambal ban bilang ke kami, katanya dari rumah korban ini tercium bau nggak sedap. Lalu kami lapor ke pak RT dan RW, kemudian didobrak pintunya. Kami temukan, kondisi korban sudah membusuk dengan posisi telentang di ruang tamu,” kata warga sekitar, Dona (32).

Ia terakhir kali bertemu korban, pada Selasa (16/11), saat berkunjung ke rumah korban. Lanjut Dona, korban memang tidak lagi bisa berjalan, akibat penyakit yang dideritanya.

Warga kemudian melaporkan penemuan jasad pria tersebut ke Polsek Sukatani. Polisi yang datang, langsung melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kanit Reskrim Polsek Sukatani, Iptu Witrionaldi menyampaikan, dari hasil olah TKP, polisi menemukan beberapa jenis obat, dan diduga memang dikonsumsi oleh korban yang memiliki penyakit diabetes menahun. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Kalau keterangan dari kerabatnya, korban memang memiliki riwayat penyakit diabetes, dan korban sempat dua tahun terakhir berobat di kampung halamanya, di Sumatera, tapi beberapa bulan terakhir, kembali kesini, dan tinggal sendirian,” terang Witrionaldi.

Setelah pemeriksaan, keluarga korban menolak dilakukan otopsi. Korban memang meninggal akibat penyakit yang diderita, dan jasad korban langsung dimakamkan di TPU Wanajaya, Cibitung.

“Keluarga korban membuat pernyataan, menolak untuk dilakukan proses otopsi, karena memang korban meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya. Selanjutnya, meminta jasad korban dimakamkan,” ujar Witrionaldi di lokasi rumah korban. (pra)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button