Ratusan Warga Geruduk Kantor Desa

PERLIHATKAN TULISAN: Seorang warga yang ikut melakukan aksi demonstrasi, memperlihatkan tulisan terkait ulah oknum kepala desa, di di Jalan Perjuangan, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin 922/11). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG BARAT – Ratusan warga Desa Sukadanau, menggeruduk kantor kepala desa yang berada di Jalan Perjuangan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Senin (22/11/2021).

Kedatangan warga tersebut, lantaran kesal terhadap ulah kepala desa (kades), yang diduga terlibat skandal seks (perselingkuhan) dengan istri salah satu aparatur, di desa setempat.


Dalam aksi itu, ratusan warga datang secara berkonvoi menggunakan mobil dan sepeda motor, sambil membawa spanduk serta pakaian dalam wanita. Sejumlah warga berteriak, dan berorasi meminta agar kepala desa tersebut segera dicopot dari jabatannya, selama kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan, berada dalam proses hukum.

Koordinator aksi, Usman (32) menyampaikan, aksi yang dilakukan oleh ratusan warga ini, didasari keresahan atas adanya laporan salah satu ketua RW ke pihak Kepolisian, terkait pelanggaran asusila yang dilakukan oleh kades Sukadanau. Oleh karena itu, warga berharap agar yang bersangkutan (kades) diberhentikan sementara, sesuai aturan yang berlaku.


“Kami hanya minta keadilan, agar kades itu diberhentikan sementara, sambil menunggu proses hukum yang berlaku, supaya warga tidak lagi resah,” terang Usman, usai melakukan aksi.

Kata dia, jika tindakan tersebut benar, maka akan mencoreng nama baik Desa Sukadanau, serta menjadi preseden buruk bagi masyarakat. Bahwa di wilayah ini, ada pemimpin yang pernah melakukan pelanggaran asusila, terhadap istri pegawai desanya sendiri. Maka dari pihak kepolisian, harus bertindak seadil mungkin.

“Ini aib bagi warga Sukadanau. Kami dukung aparat kepolisian, dalam penanganan kasus ini, sekaligus meminta agar dinas terkait, bisa untuk memberikan sanksi sosial bagi kades yang bermasalah,” harapnya.

Sementara warga lainnya, Maryam (43), mengaku informasi perselingkuhan yang melibatkan kades ini sangat meresahkan warga, terutama ibu-ibu. Ia  berharap, yang bersangkutan bisa diberikan sanksi atas perbuatannya. Kemudian, jangan sampai yang bersangkutan kembali menjabat.

“Ya jelas malu, ini juga kan contoh nggak baik buat warga. Kalau masalah hukum, kami nggak ngerti, dan diserahkan kepada yang ngerti hukum,” tuturnya.

Setelah berorasi dan berusaha menemui kades, namun tidak ketemu, warga kemudian melanjutkan aksinya menuju kantor Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi, untuk meminta kejelasan perihal kasus tersebut.

Sebelumnya, Kepala Desa Sukadanau, Mulyadi, dilaporkan oleh salah satu ketua RW bernama Eko Muhtiar Putra ke Polda Metro Jaya, terkait skandal perselingkuhan tersebut dengan istrinya. Namun prosesnya masih terus berjalan hingga saat ini. (pra)