Berita UtamaPendidikan

SMAN 17 Kota Bekasi Helat Gebyar Sarasehan Literasi

FOTO BERSAMA: Kepala SMAN 17 Kota Bekasi Hasim, guru, dan narasumber foto bersama seusai Gebyar Sarasehan Literasi. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional 2021, SMAN 17 Kota Bekasi helat Gebyar Sarasehan Literasi bertajuk Gemar Membaca dan Sekolah Literasi Menuju Profil Pelajar Pancasila”. Kegiatan ini berlangsung di aula sekolah, Kamis (25/11).

Dalam kesempatan tersebut, SMAN 17 Kota Bekasi juga meresmikan Pojok Literasi dan Gazebo sebagai sarana siswa untuk meningkatkan literasi. “Dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional kali ini, saya ingin menciptakan sebuah ikon bagi SMAN 17 Kota Bekasi sebagai sekolah literasi. Makanya dibangunlah sebuah Pojok Literasi dan Gazebo,” ujar Kepala SMAN 17 Kota Bekasi Hasim, kemarin.

Dalam Gebyar Sarasehan Literasi, sekolah menghadirkan dua narasumber yang inspiratif. Yaitu Fayanna Ailisha Davianny dan Eko Ramadatitya Adikara, penulis buku dengan memiliki kemampuan berbeda dalam menulis.

“Kita menghadirkan dua penulis yang inspiratif, salah satunya pelajar berusia 16 tahun yang sudah memiliki 55 buku. Dan juga seorang penulis buku tunanetra yang sudah memiliki 11 buku,” tutur Hasim.

Dihadirkannya kedua narasumber ini diharapkan dapat membangun jiwa literasi guru dan siswa SMAN 17 Kota Bekasi. Sehingga kedepannya, SMAN 17 Kota Bekasi dapat mewujudkan target untuk menerbitkan buku.

“Saya ingin jiwa literasi siswa dan guru terbangun dari kedua narasumber yang dihadirkan. Karena kedepan saya ingin SMAN 17 Kota Bekasi bisa menerbitkan sebuah buku dari hasil karya siswa dan guru,” ucapnya.

Salah satu narasumber, penulis tunanetra Eko Ramadatitya Adikara mengungkapkan, bahwa inspirasinya dalam menulis diperoleh dari sebuah gim dan film.

“Saya tidak bisa melihat, kadang orang bertanya saya mendapatkan inspirasi dari mana kalo menulis. Saya terinspirasi dari kartun dan video gim, dari suara itulah saya terinspirasi,” ucapnya.

Sebagai alat bantu menulis, dirinya menggunakan screen reader. Yaitu, perangkat lunak  yang berfungsi mengubah teks dalam bentuk suara.

“Aplikasi ini sangat membantu saya untuk menulis sebuah buku,” ucapnya.

Dirinya berharap, semangatnya dalam menulis bisa ditularkan kepada siswa dan guru SMAN 17 Kota Bekasi.

“Saya berharap semangat ini juga bisa ditularkan kepada siswa dan guru. Saya ibaratkan kepada yang lain bahwa bayangkan jika dunia gelap, maka selagi masih melihat kesempatan untuk menulis sangat terbuka luas,” pungkasnya. (dew/pms)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button