Perguruan Tinggi Swasta Bersaing Ketat

ILUSTRASI: Sejumlah mahasiswa UNKRIS saat menunggu giliran vaksinasi. Perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi diperkirakan akan bersaing ketat dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2022-2023 yang masih berlangsung di masa pandemi Covid-19. ISTIMEWA
ILUSTRASI: Sejumlah mahasiswa UNKRIS saat menunggu giliran vaksinasi. Perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi diperkirakan akan bersaing ketat dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2022-2023 yang masih berlangsung di masa pandemi Covid-19. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi diperkirakan akan bersaing ketat dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2022-2023 yang masih berlangsung di masa pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Sistem Informasi Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV Wawan Hermawansyah. Oleh karena itu, persiapan yang maksimal harus dilakukan.


“Tahun ajaran baru penerimaan mahasiswa kali ini nampaknya perguruan tinggi harus melakukan persiapan yang cukup matang,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (29/11).

Sebab, kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Dosen Indonesia – Majelis Pengurus Daerah (ADI – MPD) Bekasi Raya ini,  pandemi menjadi momok kurang baik dalam peta pendidikan.


Sejak virus itu melanda, penerimaan mahasiswa mengalami penurunan cukup drastis. “Dua tahun belakangan ini penerimaan mahasiswa mengalami penurunan sekitar 60 sampai dengan 50 persen, sehingga saya rasa dampaknya juga masih akan terasa pada tahun yang akan datang,” tuturnya.

Menurutnya, melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi masih menjadi pilihan terakhir bagi orang tua siswa. Sebab perekonomian yang belum bisa diprediksi masih menjadi salah satu kendalanya.

“Perekonomian yang belum stabil ini akan berdampak pada opsi terakhir orang tua siswa untuk anaknya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” katanya.

Oleh karena itu, perguruan tinggi harus memiliki inovasi dan kreativitas. Pasalnya, calon mahasiswa yang lulus saat ini memiliki kecerdasan dalam hal memilih perguruan tinggi.

“Calon mahasiswa sekarang cerdas, mereka akan meriset sedetail mungkin kampus mana yang memiliki inovasi dan kreativitas baik. Jadi ini merupakan sebuah persaingan yang akan terjadi di perguruan tinggi pada tahun ajaran baru,” ucap Wawan.

Dikatakan, bahwa perguruan tinggi diharapkan bisa menarik minat lulusan sekolah dari daerah lain. Sehingga persentase penerimaan mahasiswa dapat distabilkan.

“Perguruan tinggi jangan sampai mengandalkan lulusan dari Bekasi saja, tetapi perguruan tinggi harus pintar untuk menarik calon mahasiswa dari luar Bekasi,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya memprediksi bahwa pada penerimaan mahasiswa tahun ajaran baru ini masih masuk dalam kategori flat. Tidak ada peningkatan yang signifikan.

“Saya memprediksi penerimaan mahasiswa tahun ajaran baru ini masih flat, karena dampaknya memang masih terasa pada tahun yang akan datang,” ucapnya.

Sementara, Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan (LPKK) Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Susetya Herawati menyampaikan, pihak kampus saat ini sedang melakukan berbagai kesiapan untuk penerimaan mahasiswa baru. UNKRIS berencana membuka pendaftaran calon mahasiswa baru gelombang pertama pada pertengahan bulan depan.

“Saat ini belum bisa dijelaskan secara detail, tapi UNKRIS rencananya akan membuka pendaftaran pada pertengahan Desember,” pungkasnya. (dew/oke)